Database Relasional
Tuesday, July 7, 2009 by Eko WahyudihartoCJ Date – dalam bukunya yang bertajuk ”An Introduction to Database System” halaman 26 – menjelaskan bahwa system relasional adalah sekumpulan system yang berbasiskan data model yang terelasi (terhubung) satu sama lain berlandas pada lojik dan matematis yang mampu bertindak sebagai penyedia sarana pondasi dan prinsip-prinsip basis data modern seperti SQL (Structured Query Language). Prinsipal SQL sendiri hanya mengacu pada tabel (struktur data) dan operator yang ada dan secara fisik, pointer data dapat dilihat langsung oleh pengguna (user).
Sistem relasional juga dapat diartikan sebagai sistem pengelolaan basis data yang menyajikan data sebagai tabel, yang mana masing-masing komponen memiliki nilai tunggal. Sebagai contoh adalah MySQL, Oracle, PostgreSQL, DB2, Informix, dll. Perhatikan gambar pada lembar kedua berikut.
Kontras dengan sistem non-relasional, yang memiliki struktur data dan operator yang berbeda dibandingkan dengan sistem relasional serta lebih cenderung menuju ke arah sebuah sistem yang berbentuk hirarki (threes). Sebagai contoh adalah IMS dari IBM.

Keuntungan dan kerugian menggunakan sistem basis data
Sistem basis data (DBMS) merupakan salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi. DBMS juga sebagai penentu kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Namun demikian, tentu saja Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Sasaran utama DBMS adalah menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien dalam menyimpan dan mengambil informasi ke dan dari basis data.
Lebih jelas, keuntungan dan kerugian dapat dijabarkan sebagai berikut:
KEUNTUNGAN menggunakan DBMS:
a. Penggunaan Data Bersama (The Data Can Be Shared)
b. Mengurangi Kerangkapan Data (Redudancy Can Be Reduced)
c. Menghindari Ketidakkonsistenan Data (Inconsistency Can Be Avoided)
d. Integritas Data Terpelihara (Integrity Can Be Maintained)
e. Keamanan Terjamin (Security Can Be Enforced)
f. Kebutuhan User Yang Kompleks Dapat Teratasi (Balanced conflicting requirements)
g. Pelaksanaan Standarisasi (Standards Can Be Enforced)
h. Meningkatkan Produktivitas (Increased productivity)
i. Layanan Back up dan Recovery Semakin Baik (Improved backup and recovery services)
KERUGIAN menggunakan DBMS:
a. Rumit (Complexity)
Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat memperoleh manfaatnya.
b. Ukuran (Size)
Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory.
c. Biaya DBMS (Cost of DBMS)
d. Biaya Tambahan Hardware (Additional hardware costs)
e. Biaya Konversi (Cost of conversion)
f. Performance
Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi, akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti biasanya.
g. Resiko Kegagalan (Higher impact of a failure)
Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari system, akan menyebabkan operasi terhenti.
Hasil query SQL untuk tabel basis data dibawah:
Bin | Wine | Producer | Year | Bottles | Ready |
2 | Chardonnay | Buena Vista | 2001 | 1 | 2003 |
3 | Chardonnay | Geyser Peak | 2001 | 5 | 2003 |
6 | Chardonnay | Simi | 2000 | 4 | 2002 |
12 | Joh. Riesling | Jekel | 2002 | 1 | 2003 |
21 | Fume Blanc | Ch. St. Jean | 2001 | 4 | 2002 |
22 | Fume Blanc | Robt. Mandavi | 2000 | 2 | 2002 |
30 | Gewirztraminer | Ch. St. Jean | 2002 | 3 | 2003 |
43 | Cab. Sauvignon | Winsor | 1995 | 12 | 2004 |
45 | Cab. Sauvignon | Geyser Peak | 1998 | 12 | 2006 |
48 | Cab. Sauvignon | Robt. Mondavi | 1997 | 12 | 2008 |
50 | Pinor Noir | Gary Farrell | 2000 | 3 | 2003 |
51 | Pinor Noir | Fetzer | 1997 | 3 | 2004 |
52 | Pinot Noir | Deblinger | 1999 | 2 | 2002 |
58 | Merlot | Clos du Bois | 1998 | 9 | 2004 |
64 | Zinfandel | Cline | 1998 | 9 | 2004 |
72 | Zinfandel | Rafanelli | 1999 | 9 | 2007 |
Maka:
SELECT WINE, PRODUCER FROM CELLAR WHERE BIN = 72;
1 row(s) retrieved
Wine | Producer |
| Zinfandel | Rafanelli |
SELECT WINE, PRODUCER FROM CELLAR WHERE YEAR > 1987;
16 row(s) retrieved
Wine | Producer |
| Chardonnay | Buena Vista |
| Chardonnay | Geyser Peak |
| Chardonnay | Simi |
| Joh. Riesling | Jekel |
| Fume Blanc | Ch. St. Jean |
| Fume Blanc | Robt. Mondavi |
| Gewirztraminer | Ch. St. Jean |
| Cab. Sauvignon | Winsor |
| Cab. Sauvignon | Geyser Peak |
| Cab. Sauvignon | Robt. Mondavi |
| Pinor Noir | Gary Farrell |
| Pinor Noir | Fetzer |
| Pinor Noir | Deblinger |
| Merlot | Clos du Bois |
| Zinfandel | Cline |
| Zinfandel | Rafanelli |
SELECT BIN, WINE, YEAR FROM CELLAR WHERE READY < 90;
0 row(s) retrieved
Bin | Wine | Year |
SELECT WINE, BIN, YEAR FROM CELLAR WHERE PRODUCER = ‘Buena Vista AND BOTTLES > 1;
0 row(s) retrieved
Wine | Bin | Year |
Perbedaan antara kemandirian data logis dan fisik.
Kemandirian data fisik (Physical Data Independence) memungkinkan melakukan perubahan skema fisik tanpa mengubah skema lojik. Perubahan yang dimaksud mencakup transaksi VIEW, INSERT, UPDATE dan DELETE pada record tabel dalam database.
Kemandirian data lojik (Logical Data Independence) memungkinkan melakukan perubahan skema lojik tanpa mengubah skema fisik. Perubahan yang dimaksud mencakup melakukan revisi atas DDL (Data Definision Language) seperti TIPE DATA, PRIMARY KEY, FOREIGN KEY, UNIQUE, dll. Perhatikan contoh pendefinisan DDL dibawah ini:

Pengertian Database Relasional
Suatu tipe database dimana data dikelompokkan & disimpan dalam unit-unit (table) tertentu dan diklasifikasikan serta dihubungkan menurut variable-variabel relasional satu sama lain. Lihat contoh gambar di bawah ini:

Pengertian DBMS Relasional
Terobosan dari Database Management System (DBMS), yang mengorganisasikan data dalam suatu struktur dan memaksimalkan berbagai cara serta menghubungkan antar kumpulan data yang disimpan dalam database. Lihat contoh gambar di bawah ini:

Pengertian Model Relasional
Merupakan bentuk relasional sistem model data yang hanya fokus pada bentuk lojik saja di mana data diorganisasi dalam suatu relasi (tabel). Hal ini merupakan model yang dilaksanakan pada kebanyakan sistem manajemen database modern. Lihat contoh gambar di bawah ini:

Labels: Sistem Manajemen Basis Data


