<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=17988160776302404&amp;blogName=Arsip+Kuliah+Magister+Manajemen+S2&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fs2.wahyudiharto.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Opini: Menjadikan Peusahaan yang Memimpin Pasar

Saturday, February 7, 2009 by Eko Wahyudiharto

Pelajaran Jack Welch yang terakhir sebagai model manajemen perusahaan GE (General Electric) yaitu MENJADIKAN PERUSAHAAN YANG MEMIMPIN PASAR saya ambil sebagai tema tugas Manajemen Stratejik kali ini. Pelajaran ini merupakan hubungan puncak dari keterkaitan model-model pelajaran sebelumnya, perhatikan gambar berikut:



Dukungan atas ketiga pelajaran pada kotak teratas, pada dasarnya akan membentuk pola hasil akhir tujuan yaitu MARKET LEADER COMPANY. Pesan Jack Welch yang pertama adalah mengajak perusahaan menjadi nomor satu. Untuk menjadikan perusahaan berkelas dengan brand name yang tinggi, dibutuhkan strategi diversifikasi usaha dengan kombinasi – kombinasi sinergis di antara bisnis yang baik.




















Existing Product
New Product
Existing Market
Market Penetration
Product Development
New Market
Market Development
Diversification


Namun demikian, tetap diperhatikan kesinambungan mutu dengan terus meningkatkan kualitas produk di mata pasar. Tentu saja, teknik dari pelajaran Jack yang kedua ini harus menjalankan bagian dari strategi Core Concepts of Marketing antara lain:

1. Target Markets & Segementation
2. Needs, Wants & Demands
3. Product or Offering
4. Value & Satisfaction
5. Exchange & Transactions
6. Relationship & Networks
7. Marketing Channels
8. Supply Chain
9. Competition
10. Marketing Environment

Berikutnya, secara berurutan pesan Jack yaitu fokus pada inovasi dan kecepatan dapat mengakselerasi perkembangan perusahaan. Dalam bukunya, Jennings & Haughton mengemukakan “… it’s not the BIG that eat the SMALL, it’s the FAST that eat the SLOW …” adalah sepenuhnya benar dalam era persaingan saat ini dimana semakin banyak musuh-musuh bermunculan, sehingga kecepatan adalah kunci utama memenangkan pertarungan.

Sebesar apapun perusahaan, Jack mehimbau untuk tetap berperan sebagai perusahaan kecil. Manusia adalah kunci keberhasilan suatu organisasi. Jika sebuah perusahaan menciptakan suatu lingkungan, dimana para pegawai dapat mencapai sasaran perusahaan dan sasaran pribadi secara serentak, maka efisiensi, loyalitas, dan antusiasme kerja pastilah tinggi.

Secara singkat, bisa dikatakan, bahwa motivasi dan efektivitas pegawai ditentukan oleh cara dimana pegawai tersebut dipimpin. Dan, semua itu erat kaitannya dengan kemampuan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Pihak owner maupun manajemen perusahaan harus memiliki sensitivitas disiplin manajemen sumber daya manusia. Ada korelasi yang kuat antara efektivitas manajemen seseorang, dengan ketrampilan manajemen SDM. Manajemen SDM memberikan arah kepada manajemen organisasi untuk memenuhi sasaran organisasi maupun kebutuhan pegawai. Dan, selalu terbukti, bahwa satu metode untuk mencapai efektivitas manusia adalah DISIPLIN.

Daftar Pustaka:
Wuryanano, “The 21th Principles to Build & Develop Fighting Spirit”, PT. Elex Media Komputindo
Jason Hennings & Laurence Haughton, “… it’s not the BIG that eat the SMALL, it’s the FAST that eat the SLOW … - How to Use Speed as a Competitive Tool in Business”, Wall Street Journal, 2001

Labels:

Opini: Mengubah yang Sulit Berubah

Friday, February 6, 2009 by Eko Wahyudiharto

Tantangan kompetitif seperti globalisasi, kreatif dan inovatifnya pesaing, teknologi semakin canggih, dan modal intelektual membuat segenap jajaran perusahaan memikirkan kembali visi dan misi perusahaannya, kemampuan SDM-nya, dan membuat strategi yang handal agar tidak tertinggal atau bahkan hilang dari pasar persaingan.

Dalam bukunya, Jennings & Haughton mengemukakan “… it’s not the BIG that eat the SMALL, it’s the FAST that eat the SLOW …” adalah sepenuhnya benar dalam era persaingan saat ini dimana semakin banyak musuh-musuh bermunculan, sehingga kecepatan adalah kunci utama memenangkan pertarungan.

Menghadapi hal ini, organisasi dituntut untuk cepat tanggap (fast response) terhadap kondisi yang terjadi dan memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan (adaptable) (Wortzel dan Wortzel, 1998). Organisasi masa depan adalah organisasi yang inovatif, adaptif, dan merespon dengan cepat perubahan yang terjadi (Chatell, 19965), sehingga organisasi akan mampu bertahan dan menang dalam persaingan. Disamping itu juga perusahaan dapat memegang kendali industrinya sendiri dan dapat menciptakan pasar di masa depan, kalau bisa lebih dulu tiba di masa depan (Hamel dan Prahalad, 1995), sehingga diperlukan pemimpin yang dapat meramu visi dan misinya, sumber daya manusianya, dan strategi bersaingnya untuk dapat menciptakan organisasi yang unggul. SDM dalam organisasi merupakan aset yang paling penting, karena salah satu tantangan kompetisi adalah modal intelektual. Perusahaan disini harus bisa merumuskan kompetensi inti dari intellectual capability (Urich, 1998).

sdm1_1.jpg

Rhenald Kasali Ph.D
Di dunia ini tidak ada sesuatu yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri

sdm1_2.jpg

John F. Kennedy
Change is the law of life

Kondisi Eksternal dan internal institusi sangat mempengaruhi kontinuitas organisasi. Lingkungan yang dinamis menuntut organisasi harus responsif, adaptif dan lebih fleksibel. Salah satu strategi yang dapat dijadikan tumpuan sebagai alat perubahan adalah PEMIMPIN ORGANISASI. Pemimpin organisasi harus bisa menciptakan maksimisasi SDM dan rumusan strategi bersaing yang handal. Namun demikian, posisi pemimpin bukanlah dimiliki oleh segelintir orang berdasar jabatan, namun akan lebih baik diperuntukkan bagi keseluruhan elemen karyawan dalam perusahaan.

Peran pemimpin dapat diilustrasikan sebagai pengungkit sumber daya seperti batu yang kecil tapi memberikan kekuatan yang besar.

sdm1_0.jpg

Merubah sesuatu yang tampak berjalan konstan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan effort dan kerja keras di semua jajaran perusahaan. Tapi yang jelas, perubahan harus disikapi secara perlahan namun pasti. Target-target perubahan haruslah transparan sesuai dengan skala prioritas dan kajian serta analisa kebijakan perusahaan (SWOT) dalam rencana strategis baik untuk Jangka Pendek maupun Jangka Panjang.
Solusi berikutnya adalah dengan diberlakukannya pemberian reward & punishment untuk memotivasi karyawan dalam menghadapi situasi perubahan. Melalui kontrol dan strategi yang tepat, diharapkan perubahan dalam perusahaan untuk menghadapi persaingan dapat dilaksanakan secara efektf dan efisien.


DAFTAR PUSTAKA
1. Chattel, A. 1995. ”Managing for the Future”. London: Mc Millan. Press, Ltd.
2. Hamel, G. and Prhalad, C. K. 1995 ”Competitive in the Future”. Harvard Business Scholl Press.
3. Kasali, Rhenald Ph.D. 2005. ”Change”. Gramedia Pustaka Utama
4. Ulrich D. 1998. ”A New Mandate for Human Resources”. Harvard Business Review, January – February, 124-134.
5. Wortzel, H. V. and Wortzel, L. H. 1998. ”Strategic Managemet in the Global Economy

Labels:

Opini: Mengubah yang Sulit Berubah

by Eko Wahyudiharto

Tantangan kompetitif seperti globalisasi, kreatif dan inovatifnya pesaing, teknologi semakin canggih, dan modal intelektual membuat segenap jajaran perusahaan memikirkan kembali visi dan misi perusahaannya, kemampuan SDM-nya, dan membuat strategi yang handal agar tidak tertinggal atau bahkan hilang dari pasar persaingan.

Dalam bukunya, Jennings & Haughton mengemukakan “… it’s not the BIG that eat the SMALL, it’s the FAST that eat the SLOW …” adalah sepenuhnya benar dalam era persaingan saat ini dimana semakin banyak musuh-musuh bermunculan, sehingga kecepatan adalah kunci utama memenangkan pertarungan.

Menghadapi hal ini, organisasi dituntut untuk cepat tanggap (fast response) terhadap kondisi yang terjadi dan memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan (adaptable) (Wortzel dan Wortzel, 1998). Organisasi masa depan adalah organisasi yang inovatif, adaptif, dan merespon dengan cepat perubahan yang terjadi (Chatell, 19965), sehingga organisasi akan mampu bertahan dan menang dalam persaingan. Disamping itu juga perusahaan dapat memegang kendali industrinya sendiri dan dapat menciptakan pasar di masa depan, kalau bisa lebih dulu tiba di masa depan (Hamel dan Prahalad, 1995), sehingga diperlukan pemimpin yang dapat meramu visi dan misinya, sumber daya manusianya, dan strategi bersaingnya untuk dapat menciptakan organisasi yang unggul. SDM dalam organisasi merupakan aset yang paling penting, karena salah satu tantangan kompetisi adalah modal intelektual. Perusahaan disini harus bisa merumuskan kompetensi inti dari intellectual capability (Urich, 1998).



Rhenald Kasali Ph.D
Di dunia ini tidak ada sesuatu yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri



John F. Kennedy
Change is the law of life

Kondisi Eksternal dan internal institusi sangat mempengaruhi kontinuitas organisasi. Lingkungan yang dinamis menuntut organisasi harus responsif, adaptif dan lebih fleksibel. Salah satu strategi yang dapat dijadikan tumpuan sebagai alat perubahan adalah PEMIMPIN ORGANISASI. Pemimpin organisasi harus bisa menciptakan maksimisasi SDM dan rumusan strategi bersaing yang handal. Namun demikian, posisi pemimpin bukanlah dimiliki oleh segelintir orang berdasar jabatan, namun akan lebih baik diperuntukkan bagi keseluruhan elemen karyawan dalam perusahaan.

Peran pemimpin dapat diilustrasikan sebagai pengungkit sumber daya seperti batu yang kecil tapi memberikan kekuatan yang besar.



Merubah sesuatu yang tampak berjalan konstan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan effort dan kerja keras di semua jajaran perusahaan. Tapi yang jelas, perubahan harus disikapi secara perlahan namun pasti. Target-target perubahan haruslah transparan sesuai dengan skala prioritas dan kajian serta analisa kebijakan perusahaan (SWOT) dalam rencana strategis baik untuk Jangka Pendek maupun Jangka Panjang.
Solusi berikutnya adalah dengan diberlakukannya pemberian reward & punishment untuk memotivasi karyawan dalam menghadapi situasi perubahan. Melalui kontrol dan strategi yang tepat, diharapkan perubahan dalam perusahaan untuk menghadapi persaingan dapat dilaksanakan secara efektf dan efisien.


DAFTAR PUSTAKA
1. Chattel, A. 1995. ”Managing for the Future”. London: Mc Millan. Press, Ltd.
2. Hamel, G. and Prhalad, C. K. 1995 ”Competitive in the Future”. Harvard Business Scholl Press.
3. Kasali, Rhenald Ph.D. 2005. ”Change”. Gramedia Pustaka Utama
4. Ulrich D. 1998. ”A New Mandate for Human Resources”. Harvard Business Review, January – February, 124-134.
5. Wortzel, H. V. and Wortzel, L. H. 1998. ”Strategic Managemet in the Global Economy

Labels:

about


A little something about me, the author. Nothing lengthy, just an overview.

Also a link to my profile may show up here.

Dominant Traits Johari Window

66% of people think that Eko Wahyudiharto is clever
66% of people think that Eko Wahyudiharto is friendly
66% of people agree that Eko Wahyudiharto is idealistic

All Percentages

able (0%) accepting (0%) adaptable (0%) bold (0%) brave (0%) calm (33%) caring (0%) cheerful (0%) clever (66%) complex (0%) confident (0%) dependable (0%) dignified (0%) energetic (0%) extroverted (0%) friendly (66%) giving (0%) happy (0%) helpful (0%) idealistic (66%) independent (33%) ingenious (0%) intelligent (33%) introverted (0%) kind (33%) knowledgeable (33%) logical (33%) loving (33%) mature (0%) modest (0%) nervous (0%) observant (0%) organised (0%) patient (33%) powerful (0%) proud (0%) quiet (0%) reflective (0%) relaxed (0%) religious (0%) responsive (33%) searching (0%) self-assertive (0%) self-conscious (0%) sensible (33%) sentimental (0%) shy (33%) silly (0%) spontaneous (0%) sympathetic (0%) tense (0%) trustworthy (0%) warm (0%) wise (0%) witty (0%)

search

recent posts

recent comments

labels

archives

links

statistic

admin