<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=17988160776302404&amp;blogName=Arsip+Kuliah+Magister+Manajemen+S2&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fs2.wahyudiharto.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Contoh Sistem Antrian pada Bank Umum

Thursday, January 22, 2009 by Eko Wahyudiharto



RESUME
Terdapat dua alur system yang terjadi pada transaksional Bank, yaitu dari sisi nasabah dan sisi teller.

SISI NASABAH
1. Mulai, nasabah masuk ke Bank counter
2. Nasabah mengambil form transaksi & mengisi
3. Selesai pengisian form, nasabah mulai mengantri. Jika terdapat antrian, ulangi langkah #3, jika tidak, bisa ke langkah selanjutnya
4. Nasabah menyerahkan form transaksi ke teller
5. Jika terdapat kesalahan pengisian, perbaiki form dan ulangi langkah #4, jika tidak, bisa ke langkah selanjutnya
6. Nasabah menerima uang dari teller
7. Selesai, nasabah bisa meninggalkan bank

SISI TELLER
1. Mulai, teller mem-validasi form pengisian, jika form belum valid ulangi langkah #1, jika sudah valid bisa ke langkah selanjutnya
2. Teller memasukkan data ke dalam system computer
3. Teller mencetak data ke buku tabungan
4. Teller menghitung uang dan menyerahkan ke nasabah
Selesai, teller melanjutkan ke nasabah berikutnya dan mengulangi langkah #1

Labels:

Opini: Alternatif Energi Listrik Bersumber dari Nuklir dan Angin di Indonesia

Tuesday, January 20, 2009 by Eko Wahyudiharto

Krisis listrik kini telah menjadi suatu masalah yang paling hangat diperbincangkan oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Listrik sebagai salah satu bentuk transformasi energi saat ini didominasi oleh bahan baku tambang seperti minyak, gas atau batu bara yang tidak kekal akan waktu. Pencarian sumber energi alternatif terus diusahakan untuk terus mendukung kelangsungan hidup.

Asia tenggara khususnya Indonesia, energi angin dan matahari mempunyai tempat yang ideal, tetapi karena tidak selalu kontinu dan tidak dapat diprediksi, maka kedua jenis energi itu tentu tidak dapat mengganti pembangkit listrik beban-basis yang besar seperti pembangkit listrik batubara, nuklir dan listrik-hidro. Gas-alam - bahanbakar fosil itu - kini sudah terlalu mahal, dan harganya begitu mudah berubah sehingga sangat berisiko untuk digunakan sebagai pembangkit beban-basis yang besar. Kalau sumber listrik-hidro biasanya dibangun untuk kapasitas besar, maka nuklir - sebagai ganti eliminasi batubara - menjadi satu-satunya substitusi yang dapat diperoleh dalam skala besar, sepadan dalam ongkos (cost effective) dan aman. Begitu sederhana!





































No.
Hal
PLTN
PLTA
PLTU
PLTG
1Cost bahan baku berbanding outputInvestasi TINGGI, Operasional MURAH, Output BESARInvestasi TINGGI, Operasional MURAH, Output KECILInvestasi SEDANG, Operasional MAHAL, Output BESARInvestasi SEDANG, Operasional MAHAL, Output SEDANG
2Tingkat polusiRendahRendahTinggiTinggi
3Resiko keamananZero tolerance (high risk)Resiko rendahResiko rendahResiko rendah


PLTA
Syarat - syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut:





Angin kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 8 adalah batas maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Kalau PLTA, masih perlu pengkajian lebih dalam lagi soal potensi angin di Indonesia, mengenai kecepatan angin, stabilitasnya, dll. Sebuah pilot project PLTA di indonesia timur hanya menghasilkan daya 1/80 dari estimasi potensi dayanya

PLTN
Jika dikelola dengan benar, PLTN mempunyai banyak kelebihan, seperti :
1. PLTN pemproduksi listrik dengan biaya lebih murah dan output yang besar dengan biaya relatif lebih murah daripada PLTU
2. Aman
3. Jauh lebih bebas polusi dibandingkan PLTU

Mitos 1: Energi nuklir itu mahal
Fakta: Energi nuklir adalah satu di antara sumber energi yang tidak-mahal. Di tahun 2004, rata-rata ongkos produksi listrik di Amerika Serikat adalah kurang dari dua sen per kilowatt-jam, setingkat dengan ongkos batubara dan listrik-hidro. Kemajuan dalam teknologi akan menurunkan lagi ongkos itu di masa mendatang.

Mitos 2: PLTN itu tidak aman
Fakta: Kalau dapat dikatakan bahwa kecelakaan Three Mile Island itu suatu kisah sukses, maka kecelakaan di Chernobyl itu tidak dapat dikatakan demikian. Kecelakaan Chernobyl itu sepertinya menunggu akan terjadi. Model awal dari reaktor Uni Soviet tidak menggunakan bejana kontenmen (sungkup, containment vessel), dalam hal desain dikatakan sebagai tidak-aman melekat, sedang operatornya kemudian meledakkannya. Forum multi-lembaga PBB untuk Chernobyl tahun lalu melaporkan bahwa hanya 56 kematian dapat dikaitkan dengan kecelakaan itu, sebagian besar korban adalah akibat radiasi atau luka-bakar sewaktu memadamkan api. Memang tragis sekali korban kematian itu, namun angka itu sangat kecil jika dibandingkan dengan kecelakaan di tambang batubara sebanyak 5000 jiwa seluruh dunia setiap tahun. Atau jika dibandingkan dengan 1,2 juta jiwa yang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan mobil. Tidak seorangpun meninggal dalam sejarah program nuklir untuk sipil di Amerika Serikat. (Disayangkan, bahwa ratusan pekerja tambang uranium meninggal pada tahun-tahun awal industri ini. Hal itu telah sejak lama diperbaiki).

Mitos 3: Sampah nuklir itu akan berbahaya selama ribuan tahun
Fakta: Dalam 40 tahun, bahanbakar yang telah digunakan hanya akan memancarkan seperseribu radioaktivitas dibandingkan pada waktu bahanbakar itu dikeluarkan dari reaktor. Dan sebenarnya sangatlah tidak benar jika dikatakan itu sebagai sampah (atau limbah), karena 95% potensi energinya masih tersimpan di dalam bahanbakar bekas pada siklus pertama. Sekarang Amerika Serikat telah mencabut larangan daur-ulang bahanbakar bekas, dengan demikian akan dimungkinkan pemanfaatan energi itu serta akan banyak mengurangi jumlah sampah yang harus diolah atau disimpan. Bulan lalu, Jepang telah bergabung dengan Perancis, Inggris dan Rusia dalam kegiatan daur-ulang bahanbakar nuklir ini.
Mitos 4: Reaktor nuklir itu rawan terhadap serangan teroris
Fakta: Beton bertulang yang tebalnya satu-setengah meter melindungi isi bangunan kontenmen dari luar maupun dari dalam. Bahkan kalau sebuah jumbo jet menabrak reaktor dan merusak kontenmen, reaktor tidak akan meledak. Ada banyak jenis fasilitas yang lebih rawan termasuk pabrik pencairan gas alam, pabrik kimia dan sejumlah sasaran politik.

Mitos 5: Bahan-bakar nuklir itu dapat dialihkan untuk membuat senjata nuklir
Fakta: Senjata nuklir sudah tidak lagi harus tak-terpisahkan dengan PLTN. Teknologi centrifuge (teknologi pengkayaan uranium-235) kini memungkinkan suatu negara memperkaya uranium tanpa harus membangun reaktor nuklir. Iran misalnya, tidak memiliki reaktor yang menghasilkan listrik, padahal negara ini telah memiliki kemampuan membuat bom nuklir. Ancaman senjata nuklir Iran sama sekali dapat dibedakan dari pembangkit energi nuklir untuk maksud damai. Selama dua puluh tahun, satu di antara alat yang paling sederhana parang telah dipakai membunuh jutaan manusia di Afrika, jauh lebih banyak dari pada korban yang meninggal di Hiroshima dan Nagasaki digabungkan. Tetapi toh tidak seorangpun yang mengusulkan melarang parang, karena parang adalah alat yang sangat berharga di negara berkembang. Satu-satunya pendekatan pada isu penyebaran senjata nuklir adalah menempatkan isu itu pada agenda internasional yang lebih tinggi dan menggunakan diplomasi dan bila perlu kekuatan, untuk menghalangi pemerintahan atau teroris dari pemakaian bahan nuklir untuk tujuan perusakan. Teknologi baru, seperti misalnya sistem proses-ulang yang akhir-akhir ini diperkenalkan di Jepang (yang tanpa proses pemisahan plutonium dari uranium) akan membuat manufaktur senjata dengan menggunakan bahan nuklir keperluan sipil, menjadi lebih sulit.

Lebih bersih dan lebih hijau

Sebagai bonus (tambahan) dalam mengurangi emisi gas rumah-kaca serta bergeser dari mengandalkan bahanbakar fosil, energi nuklir menawarkan dua manfaat yang ramah-lingkungan sekaligus.

Pertama, listrik nuklir menawarkan jalan yang penting dan praktis ke arah ?ekonomi hidrogen?. Hidrogen sebagai sumber yang menghasilkan listrik menawarkan janji untuk energi yang bersih dan hijau. Berbagai perusahaan mobil melanjutkan pengembangan sel bahanbakar hidrogen dan teknologi ini, dalam waktu yang tidak terlalu jauh di masa depan, akan menjadi produsen sumber energi. Dengan menggunakan kelebihan energi panas dari reaktor nuklir untuk menghasilkan hidrogen, maka dapat diciptakan produksi hidrogen dengan harga terjangkau, efisien, serta bebas dari emisi gas rumah-kaca. Dengan demikian produksi hidrogen ini dapat dikembangkan untuk menciptakan ekonomi energi hijau di masa depan.

Kedua, di seluruh dunia, energi nuklir dapat menjadi solusi terhadap krisis lain yang tengah berkembang: kekurangan air bersih yang harus tersedia bagi konsumsi manusia dan irigasi bagi tanaman dasar (crop). Secara global, proses desalinasi (air-laut) telah dan tengah dipakai guna membuat air bersih. Dengan menggunakan kelebihan panas dari reaktor nuklir, air laut dapat ditawarkan, sehingga permintaan terhadap air bersih yang selalu bertambah akan dapat dipenuhi.

PLTN sebenarnya telah banyak di aplikasikan oleh negara-negara maju di dunia, seperti di Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Perancis, Rusia, Korea Utara dan Iran. Namun, untuk diaplikasikan di Indonesia, masih banyak pihak yang menyatakan ketidaksetujuannya. Penyebabnya adalah kekhawatiran jika terjadi kebocoran reaktor nuklir. Dalam sejarah PLTN, pernah terjadi kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl dan Three Mile Island. Pada saat peristiwa Chernobyl (1986), reaktor nomor empat pembangkit listrik tersebut meledak. Tigapuluh orang langsung tewas dalam ledakan dan kebakaran tersebut. Reaktor ini terbakar selama sepuluh hari dan mengkontaminasi sekitar 142 ribu kilometer persegi di utara Ukraina, selatan Belarusia dan wilayah Bryansk di Rusia. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya kanker tiroid (gondok) pada anak-anak. Selain itu, kerusakan genetic akibat bencana itu telah menimbulkan efek negative. Diperkirakan bahwa terjadi kanker yang dipicu Chernobyl menewaskan 4000 jiwa (Walhi). Selain masalah trauma kebocoran reaktor nuklir, dikhawatirkan juga masalah kurangnya penguasaan teknologi dan kultur budaya bangsa Indonesia yang korup dan kurang berdisiplin. Dalam pembangunan reaktor nuklir, dikhawatirkan terjadinya korupsi dan ketidakdisiplian yang makin membuat rentan terjadinya kebocoran reaktor.

KESIMPULAN
Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan PLTA. PLTA dapat dimaksimalkan pemberdayaannya disekitar pantai di Indonesia. Namun, tidak semua pantai dan daerah dapat dijadikan PLTA, karena perlu dipilih daerah yang memiliki topografi dan keadaan angin yang stabil. Sampai saat ini, kapasitas total yang terpasang diseluruh Indonesia kurang dari 800 kilowatt. Terdapat lima unit kincir angin pembangkit listrik berkapasitas 80 kilowatt yang sudah dibangun. Pada tahun 2007 yang lalu, telah ditambah tujuh unit kincir pembangkit berkapasitas sama di empat lokasi, yaitu Pulau Selayar, Sulawesi Utara, Nusa Penida,Bali serta Bangka Belitung.

Selain digunakan di daerah pesisir pantai, PLTA juga dapat digunakan di daerah pegunungan dan daratan. Saat ini kapasitas total pembangkit listrik yang berasal dari tenaga angin untuk Indonesia dengan estimasi kecepatan angin rata-rata sekitar 3 m/s / 12 Km/jam, 6.7 knot/jam turbin skala kecil lebih cocok digunakan, di daerah pesisir, pegunungan, dataran.

Kombinasi energi nuklir, energi angin, geotermal dan hidro adalah cara yang aman dan ramah-lingkungan dalam memenuhi permintaan energi yang selalu bertambah. Dengan berbagi informasi, jaringan konsumen, pakar lingkungan, akademisi, organisai buruh, kelompok bisnis, pemimpin masyarakat dan pemerintah kini telah disadari manfaat dari energi nuklir. Energi nuklir adalah jalan terbaik untuk menghasilkan listrik beban-dasar yang aman, bersih, dapat diandalkan, serta akan memainkan peranan kunci dalam pencapaian keamanan (penyediaan) energi global. Dengan perubahan iklim sebagai puncak agenda internasional, kita semua harus mengerjakan bagian kita untuk mendorong renaisans (kebangkitan kembali) energi nuklir.

Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Saat ini Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas PLTA secara global mencapai 170 GigaWatt. Meskipun energi yang dihasilkan tidak sebesar energi yang berasal dari batu-bara ataupun nuklir, tetapi PLTA merupakan solusi yang paling murah dan rendah risiko untuk di terapkan di Indonesia. Diharapkan dengan diberdayakannya PLTA di Indonesia, akan menjadi salah satu sumber energi alternafif dalam "menyambut" datangnya masa krisis energi yang sebenarnya.

Labels:

Resume Kuliah Manajemen Produksi dan Operasi

Thursday, January 15, 2009 by Eko Wahyudiharto

Uraian kegiatan manajemen proyek
Manajemen proyek meliputi semua tahap, aktivitas dan tugas yang diperlukan melalui siklus implementasi. Tugas-tugas yang kami implementasikan kepada anda meliputi :
> Planning - Penjadwalan dan prioritas bekerja dengan menggambarkan perencanaan termasuk estimasi dan alokasi dan sumber penghasilan.
> Risk Management – Analisa dan monitoring resiko untuk mengurangi imbasnya dari keadaan yang tak terduga sebaliknya .
> Issue Management – Manajemen yang tepatguna dan pengawasan dari setiap masalah proyek.
> Status Reporting – Koordinasi komunikasi diantara anda, tim proyek, dan para supplier sebagai pihak ketiga.
> Project Administration - Administrasi proyek yang menggunakan tools proyek manajemen.
> Project Change Management - Evaluasi, penjadwalan dan pengaturan untuk setiap perubahan order yang muncul.

Tugas pokok manajer proyek:
> Tanggungjawab utama seorang MP adalah
menyerahkan hasil akhir proyek dalam kriteria waktu,
biaya dan performansi yang telah ditetapkan,
termasuk profit yang ditargetkan.
> Tanggungjawab yang lain sangat bergantung pada
ukuran proyek, kemampuan MP, asal proyek, dan
tugas]tugas yang didelegasikan oleh pihak manajemen
yang diatasnya

Secara garis besar tanggungjawab manajer proyek adalah:
> Merencanakan kegiatan-kegiatan dalam proyek, tugas-tugas dan hasil
akhir, termasuk pemecahan pekerjaan, penjadwalan dan penganggaran.
> Mengorganisasikan, memilih dan menempatkan orang-orang dalam tim
proyek. Mengorganisasikan dan mengalokasikan sumberdaya.
> Memonitor status proyek.
> Mengidentifikasi masalah-masalah teknis.
> Titik temu dari para konstituen: subkontraktor, user, konsultan, top
management.
> Menyelesaikan konflik yang terjadi dalam proyek.
> Merekomendasikan penghentian proyek atau pengerahan kembali
sumberdaya bila tujuan tidak tercapai.

Alasan-alasan yang mendasari suatu institusi mengarah ke globalisasi dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Alasan INTERNAL
Keuntungan dari perubahan struktural dengan adanya globalisasi bagi perusahaan ialah dalam mendorong perusahaan (pelaku ekonomi) untuk melakukan kerjasama antar perusahaan. Dengan adanya kerjasama ini, maka akan diperoleh hal-hal sebagai berikut:

(a) turunnya biaya untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D),
(b) memperpendek daur hidup produk (product life cycle),
(c) terjadinya lompatan teknologi: kemudahan perolehan teknologi serta kerjasama dalam pembiayaan pengembangan teknologi,
(d) efisiensi biaya produk (cost of goods sold),
(e) perolehan sumber daya manusia yang berkualifikasi tinggi,
(f) kualitas produk berstandar internasional (standar ISO 9000 misalnya),
(g) kemudahan memperoleh sumber-sumber dana, dan
(h) masuknya teknologi informasi

b. Alasan EKSTERNAL
Perubahan pada kondisi eksternal dapat meliputi perubahan dalam kebijakan perdagangan dan investasi internasional, sistem moneter internasional, dan hubungan ekonomi internasional lainnya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini selanjutnya tidak lagi dapat diidentifikasikan sebagai kegiatan nasional, melainkan sudah bersifat global. Selain dampak globalisasi pada aspek ekonomi, globalisasi dapat pula menimbulkan perubahan pada bidang non-ekonomi, seperti dalam sektor pendidikan, kesehatan, kependudukan, dan lingkungan hidup (Paul Kennedy dan Taniguchi et. al. dalam Carunia Firdausy, 2000:7)

Elemen-elemen strategi dari produksi operasi suatu institusi yang harus dimilikinya antara lain:
strategi operasi adalah sebagai susuatu yang terdiri dari empat komponen, yaitu misi, tujuan, kemampuan khusus serta kebijakan. Keempat komponen terrsebut menjelaskan tujuan operasi , apa yang harus dicapai dan bagaimana seharisnya mencapai tujuan tersebut. Dapat di simpulkan bahwa strategi operasi merupakan suatu strategi fungsional yang harus berpedoman pada strategi bisnis, agar mampu menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam keputusan-keputusan operasi.

Contoh diagram PERT berdasarkan AOA dan AON, dengan data:
a. Kegiatan A dan B mendahului kegiatan C
b. Kegiatan B mendahului kegiatan D
c. Kegiatan D tidak tergantung dari kegiatan A



Labels:

Perancangan Proses dan Kapasitas

Wednesday, January 14, 2009 by Eko Wahyudiharto

a. Pembobotan untuk mencari BEP:




terlihat bahwa penjualan harian total minggu, masing-masing 6 hari. adalah:

12.443.950.373 / 312 hari = Rp. 39.884.456

b. Jika kapasitas produksi hanya tercapai 60%, maka:
Profit = (60% x 730.000.000) - 250.000.000 = Rp. 188.000.000

Labels:

SPSS untuk Peramalan Permintaan Produk (Forecasting)

Wednesday, January 7, 2009 by Eko Wahyudiharto

Input:


Output:
Regression

Variables Entered/Removed(b)
















Model
Variables Entered
Variables Removed
Method
1x5, x4, x3, x2, x1(a)
-
Enter


a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: y

Model Summary(b)


















Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
,754(a)
,569
,329
24,72143


a. Predictors: (Constant), x5, x4, x3, x2, x1
b. Dependent Variable: y

ANOVA(b)








































Model
-
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
7256,590
5
1451,318
2,375
,123(a)

Residual
5500,343
9
611,149
-
-

Total
12756,933
14
-
-
-


a. Predictors: (Constant), x5, x4, x3, x2, x1
b. Dependent Variable: y

Coefficients(a)
























































































Model

Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T
Sig.
Collinearity Statistics
B
Std. Err.
Beta
Tolerance
VIF
1(Const.)
356,208
80,531
-
4,423
,002
-
-

x1
2,052
2,066
,658
,993
,347
,109
9,162

x2
-,393
,276
-,496
-1,423
,188
,395
2,534

x3
-11,963
21,217
-,201
-,564
,587
,377
2,651

x4
1,966
4,696
,253
,419
,685
,132
7,592

x5
-8,576
8,273
-,262
-1,037
,327
,750
1,333


a. Dependent Variable: y

Collinearity Diagnostics(a)





























































































Model
Dimension
Eigen Value
Condition Index
Variance Proportions
(Constant)
x1
x2
x3
x4
x5
11
5,774
1,000
,00
,00
,00
,00
,00
,00

2
,120
6,944
,00
,01
,01
,04
,01
,13

3
,076
8,735
,00
,00
,00
,15
,01
,26

4
,017
18,423
,01
,05
,55
,05
,06
,02

5
,011
22,827
,28
,13
,07
,01
,08
,54

6
,002
48,526
,71
,81
,37
,75
,84
,05


a. Dependent Variable: y

Residuals Statistics(a)













































































































Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
N
Predicted Value
292,9666
373,5478
333,0667
22,76681
15
Std. Predicted Value
-1,761
1,778
,000
1,000
15
Standard Error of Predicted Value
8,653
21,728
15,238
3,625
15
Adjusted Predicted Value
287,3006
400,1336
334,8739
28,12028
15
Residual
-38,46859
32,12692
,00000
19,82124
15
Std. Residual
-1,556
1,300
,000
,802
15
Stud. Residual
-2,355
1,588
-,028
1,067
15
Deleted Residual
-88,13363
47,99394
-1,80723
35,87600
15
Stud. Deleted Residual
-3,585
1,765
-,124
1,329
15
Mahal. Distance
,782
9,882
4,667
2,411
15
Cook's Distance
,000
1,194
,151
,302
15
Centered Leverage Value
,056
,706
,333
,172
15


a. Dependent Variable: y

Histogram - Dependent Variable: y

Regression Standardized Residual

Normal P-Plot of Regression Standardized Residual - Dependent Variable: y

Observed Cum Prob

Dari print out di atas, model untuk menduga hasil penjualan produk berdasarkan variabel bebas (dana promosi, luas fasilitas outlet, laju pertumbuhan penduduk per tahun, banyaknya pesaing, serta rata-rata pendapatan penduduk per tahun) dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y = 0,658 X1 - 0,496 X2 - 0,201 X3 + 0,253 X4 - 0,262 X5 + E


Scatterplot - Dependent Variable: y

Regression Standardized Predicted Value

Model tersebut bukan model yang terbaik karena:
1. Nilai R2 terlalu rendah = 0,569 yang artinya variasi perubahan pada Y hanya dapat dijelaskan sebesar 56,9% dari perubahan variabel bebasnya. Sisanya sebesar 43,1% tidak dapat dijelaskan.
2. Nilai Sig. dari F (0,123) lebih besar dari 0,05 yang artinya variabel-variabel bebasnya secara simultan TIDAK signifikan mempengaruhi variabel terikat (Y) pada level of significance 5%.
Nilai Sig. dari masing-masing t juga lebih besar dari 0,05 yang artinya variabel-variabel bebasnya secara parsial TIDAK signifikan mempengaruhi variabel terikat (Y) pada level of significance 5%.

Labels:

Perancangan Tata Letak Layout

Tuesday, January 6, 2009 by Eko Wahyudiharto

Tata letak minimasisasi arus kerja total
1) Matriks arus komponen dari 1 departemen ke departemen lain



2) Kebutuhan ruang gerak untuk seriap departemen



3) Diagram rangkaian urutan departemen yang akan dilewati komponen



4). Penentuan biaya tata letak
Biaya = $50 + $250 + $50 + $20 + $40 + $120 + $24 + $10 = $564


Asumsi:
- Biaya berdekatan = $1
- Biaya tidak berdekatan = $2

5) Trial and error
Biaya = $50 + $250 + $50 + $10 + $40 + $60 + $12 + $20 = $492
Penghematan sebesar : $564 - $492 = $72


6) Tata letak yang layak

Labels:

Program Lindo untuk Menentukan Perancangan Lokasi Usaha

Monday, January 5, 2009 by Eko Wahyudiharto

Fungsi Tujuan :
Min. Z = X1 + X2 + X3 + X4 + X5 + X6 + X7 + X9 + X10 + X11 + X12 + X13


Kendala :
Lokasi 1 : X1 + X2 + X3 >= 1
Lokasi 2 : X1 + X2 + X3 + X4 + X6 + X7 >= 1
Lokasi 3 : X1 + X2 + X3 + X4 + X5 >= 1
Lokasi 4 : X2 + X3 + X4 + X5 + X6 + X9 >= 1
Lokasi 5 : X3 + X4 + X5 + X9 + X10 >= 1
Lokasi 6 : X2 + X4 + X6 + X7 + X9 + X11 >= 1
Lokasi 7 : X2 + X6 + X7 + X11 >= 1
Lokasi 9 : X4 + X5 + X6 + X9 + X10 + X11 + X12 >= 1
Lokasi 10 : X5 + X9 + X10 + X12 >= 1
Lokasi 11 : X6 + X7 + X9 + X11 + X12 + X13 >= 1
Lokasi 12 : X9 + X10 + X11 + X12 + X13 >= 1
Lokasi 13 : X11 + X12 + X13 >= 1


Kendala logikal : Xi = 0, 1 ; untuk semua i = 1, 2, ..., 13

Tabel Pertimbangan dalam Pemilihan Lokasi Bisnis CBSH, Inc.






































































No.
Alternatif Wilayah yang Dipilih
Wilayah yang Dapat Dijangkau
1Lokasi 12, 3
2Lokasi 21, 3, 4, 6, 7
3Lokasi 31, 2, 4, 5
4Lokasi 42, 3, 5, 6, 9
5Lokasi 53, 4, 9, 10
6Lokasi 62, 4, 7, 9, 11
7Lokasi 72, 6, 11
8Lokasi 84, 5, 6, 10, 11, 12
9Lokasi 95, 9, 12
10Lokasi 106, 7, 9, 12, 13
11Lokasi 119, 10, 11, 13
12Lokasi 1211, 12


DATA ENTRI


OUTPUT


KESIMPULAN
a. Sesuai hasil output LINDO, lokasi yang dipilih adalah Lokasi 2, Lokasi 5 dan Lokasi 12.
b. Seperti pada (a) namun dengan kendala yang berbeda:

Kendala :
Lokasi 1 : X1 + X2 + X3 >= 2
Lokasi 2 : X1 + X2 + X3 + X4 + X6 + X7 >= 2
Lokasi 3 : X1 + X2 + X3 + X4 + X5 >= 2
Lokasi 4 : X2 + X3 + X4 + X5 + X6 + X9 >= 2
Lokasi 5 : X3 + X4 + X5 + X9 + X10 >= 2
Lokasi 6 : X2 + X4 + X6 + X7 + X9 + X11 >= 2
Lokasi 7 : X2 + X6 + X7 + X11 >= 2
Lokasi 9 : X4 + X5 + X6 + X9 + X10 + X11 + X12 >= 2
Lokasi 10 : X5 + X9 + X10 + X12 >= 2
Lokasi 11 : X6 + X7 + X9 + X11 + X12 + X13 >= 2
Lokasi 12 : X9 + X10 + X11 + X12 + X13 >= 2
Lokasi 13 : X11 + X12 + X13 >= 2


DATA ENTRI


OUTPUT


KESIMPULAN
Sesuai hasil output LINDO, lokasi yang dipilih adalah Lokasi 2, Lokasi 3, Lokasi 9, Lokasi 11 dan Lokasi 12.

c. Dengan asumsi hanya 1 PPB yang dapat didirikan maka penyelesaian seperti pada (a) namun dengan ekstra kendala:

Kendala :
Lokasi 1 : X1 + X2 + X3 >= 1
Lokasi 2 : X1 + X2 + X3 + X4 + X6 + X7 >= 1
Lokasi 3 : X1 + X2 + X3 + X4 + X5 >= 1
Lokasi 4 : X2 + X3 + X4 + X5 + X6 + X9 >= 1
Lokasi 5 : X3 + X4 + X5 + X9 + X10 >= 1
Lokasi 6 : X2 + X4 + X6 + X7 + X9 + X11 >= 1
Lokasi 7 : X2 + X6 + X7 + X11 >= 1
Lokasi 9 : X4 + X5 + X6 + X9 + X10 + X11 + X12 >= 1
Lokasi 10 : X5 + X9 + X10 + X12 >= 1
Lokasi 11 : X6 + X7 + X9 + X11 + X12 + X13 >= 1
Lokasi 12 : X9 + X10 + X11 + X12 + X13 >= 1
Lokasi 13 : X11 + X12 + X13 >= 1
Ekstra : X5 >= 1


DATA ENTRI


OUTPUT


KESIMPULAN
Sesuai hasil output LINDO, Lokasi 5 dapat ditetapkan sebagai basis awal perluasan usaha CBSH, Inc. di daerah itu.

Labels:

DS for Windows untuk Pemecahan Kasus Kinerja Efisiensi

Sunday, January 4, 2009 by Eko Wahyudiharto

a. Analisis Efisiensi Sub-Industri PENGGERGAJIAN
Hasil Output DS for Windows



Menyatakan bahwa PENGGERGAJIAN adalah sub-industri yang
- EFISIEN karena nilai fungsi tujuannya (objective function value) = 1 atau 100% dan tidak bernilai 0.
- OPTIMAL karena nilai fungsi tujuan tersebut juga = shadow price (nilai dual) pada kendala ekstra (total input tertimbang sub industri PENGGERGAJIAN)

b. Analisis Efisiensi Sub-Industri KAYU LAPIS
Hasil Output DS for Windows



Menyatakan bahwa KAYU LAPIS adalah sub-industri yang
- EFISIEN karena nilai fungsi tujuannya (objective function value) = 1 atau 100% dan tidak bernilai 0.
- OPTIMAL karena nilai fungsi tujuan tersebut juga = shadow price (nilai dual) pada kendala ekstra (total input tertimbang sub industri KAYU LAPIS)

c. Analisis Efisiensi Sub-Industri BUBUR KAYU
Hasil Output DS for Windows



Menyatakan bahwa BUBUR KAYU adalah sub-industri yang
- EFISIEN karena nilai fungsi tujuannya (objective function value) = 1 atau 100% dan tidak bernilai 0.
- OPTIMAL karena nilai fungsi tujuan tersebut juga = shadow price (nilai dual) pada kendala ekstra (total input tertimbang sub industri BUBUR KAYU)

d. Analisis Efisiensi Sub-Industri FURNITUR KAYU
Hasil Output DS for Windows



Menyatakan bahwa FURNITUR KAYU adalah sub-industri yang
- EFISIEN karena nilai fungsi tujuannya (objective function value) = 1 atau 100% dan tidak bernilai 0.
- OPTIMAL karena nilai fungsi tujuan tersebut juga = shadow price (nilai dual) pada kendala ekstra (total input tertimbang sub industri FURNITUR KAYU)

Labels:

Perancangan Produk (Rekayasa Ulang) Menggunakan Teknik QFD pada Studi Kasus Warung Internet

Thursday, January 1, 2009 by Eko Wahyudiharto

a) Kemauan konsumen Warnet :
1. Pelajari apa yang dikehendaki konsumen. Tanyakan kepada konsumen mengenai sifat-sifat baik utama tentang suatu produk. Untuk memudahkan analisis, sifat-sifat yang baik tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa kategori.

2. Sebagai contoh, dalam kasus : warnet "SAHARA NET", diperoleh informasi bahwa konsumen menghendaki sifat-sifat baik dari suatu jasa penyedia warnet, yang dapat dikategorikan sebagai berikut
(1) Parkir aman,
(2) Kondisi bersih,
(3) Harga murah,
(4) Fasilitas lengkap
(5) Bilik lega & nyaman,
(6) Tersedia makanan & minuman,
(7) Pelayanan responsif & ramah,
(8) Akses cepat,

b) Hubungan respon teknis dengan keinginan konsumen
1. Hubungan antara masing-masing respon teknis dengan setiap elemen keinginan konsumen dinyatakan dalam bentuk tingkat pengaruh (respon teknis tertentu) terhadap kualitas produk yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Tingkat pengaruh tersebut diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas (sesuai kepentingan), misalnya : tingkat pengaruhnya kuat, sedang, atau tidak berpengaruh sama sekali.

2. Perhatikan gambar QFD. Dalam gambar terlihat bahwa kondisi bilik lega & nyaman sangat dipengaruhi oleh keadaan bangunan, peripheral komputer dan karyawan. Pengaruh keadaan bangunan terhadap kondisi bilik lega & nyaman sangat besar (dinyatakan dengan simbol O), sedang pengaruh peripheral komputer berada pada tingkat sedang (dinyatakan dengan simbol 0). Dan pengaruh karyawan bertaraf lemah (dinyatakan dengan simbol X).
O : pengaruh kuat, skor 10,
0 : pengaruh sedang, skor 5,
X : pengaruh kurang kuat, skor 1.

3. Berdasarkan bobot dan skoring yang telah ditetapkan, dapat dihitung besaran nilai penting setiap respon, yakni nilai yang dapat menunjukkan tingkat penting/tidaknya suatu respon teknis layanan yang disediakan warnet "SAHARA NET".
Bangunan = 3(5) + 3(10) + 3(10) + 3(5) = 90
Tukang Parkir = 3(10) + 3(5) = 45
Karyawan = 2(5) + 3(1) + 2(10) = 33
Periferal Komputer = 2(10) + 3(5) + 3(1) + 2(5) = 48
Snack Bar = 2(5) + 3(10) = 40
Dial Up = 2(1) + 2(10) = 12
Besarnya nilai penting tersebut dapat sama atau berbeda. Respon teknis yang memiliki nilai penting tertinggi meng-indikasikan bahwa respon teknis tersebut sangat penting keberadaannya bagi manajemen dalam memberikan layanan kepada konsumen. Terlihat dalam gambar bahwa respon teknis : bangunan memiliki nilai tertinggi, kemudian peripheral komputer, dst.

4. Untuk membandingkan respon teknis yang satu dengan yang lain, setiap nilai penting suatu respon teknis harus dikonversikan menjadi nilai penting relatif terlebih dahulu. Periksa gambar.



c) Perbandingan performance pelayanan :
1. Pada bagian bawah dari tabel (diatas baris nilai) pada gambar, terlihat perbandingan performance pelayanan warnet "SAHARA NET" dengan warnet pesaing, yaitu A, B dan C. Nilai perbandingan menggunakan skor 0 s/d 5 : skor terbaik 5 dan skor terjelek 0

2. Dalam kasus : warnet "SAHARA NET",
- Warnet "SAHARA NET" nilainya hanya 3, kalah dengan warnet A (nilainya 4).
- Tukang parkir warnet "SAHARA NET" cukup baik, tetapi kalah dengan warnet A.
- Karyawan (selain tukang parkir) warnet "SAHARA NET" hanya memiliki nilai 3, kalah dengan warnet A.
- Peripheral komputer & snack bar "SAHARA NET" hanya memiliki nilai 3, kalah dengan warnet A.
- Dalam hal akses dial up warnet "SAHARA NET" sama dengan warnet lain, nilainya 3.

d) Evaluasi konsumen
1. Evaluasi konsumen adalah evaluasi terhadap pendapat konsumen dalam membandingkan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan (dalam pembahasan) dengan produk sejenis yang dihasilkan pesaing.

2. Dalam kasus : warnet "SAHARA NET",
- Harga murah, warnet "SAHARA NET" (nilai 5) lebih baik dari pada warnet lain.
- Akses cepat, warnet "SAHARA NET" dengan nilai 4, juga cukup baik, tidak kalah dengan warnet pesaing.
- Faktor-faktor yang lain, warnet "SAHARA NET" masih kalah dengan warnet yang lain.
- Dalam rangka perbaikan kualitas pelayanan konsumen, perlu ditetapkan target kualitas ---dari setiap elemen yang dibutuhkan konsumen--- yang harus dicapai. Target kualitas layanan ditetapkan berdasarkan nilai-nilai kualitas produk yang terbaik yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan sejenis.
Dalam kasus : warnet "SAHARA NET", target dimaksud dicantumkan pada blok evaluasi konsumen, kolom target (3).

3. Untuk setiap elemen yang dibutuhkan konsumen, dihitung rasio antara target kualitas dari perusahaan yang sedang dianalisis dengan nilai maksimal dari nilai kualitas produk yang dihasilkan perusahaan-perusahaan yang sedang diperbandingkan. Jika rasio dari suatu elemen besarnya di atas 1, maka kualitas produk pada elemen terkait dinyatakan kurang baik, oleh karena itu elemen dimaksud harus diperbaiki atau ditingkatkan kualitasnya.
Dalam kasus : warnet "SAHARA NET", semua kualitas produk ---kecuali harga murah & akses cepat --- untuk sementara perlu ditingkatkan kualitasnya.

e) Korelasi teknis
1. Evaluasi korelasi teknis merupakan evaluasi terhadap korelasi antara suatu respon teknis (aktivitas atau sarana) dengan respon teknis lainnya yang dimiliki perusahaan. Korelasi teknis tersebut, digambarkan dalam QFD atau House of Quality (bangunan mutu), dengan wujud tabel segitiga, mirip dengan bentuk atap rumah.

2. Korelasi antara suatu respon teknis (aktivitas atau sarana) yang satu dengan respon teknis yang lain dinyatakan dalam 4 (empat) bentuk, yakni :
- Korelasi positif dan kuat diberi simbol ++,
- Korelasi positif tetapi kurang kuat diberi simbol +,
- Korelasi negatif dan kuat diberi simbol - -, dan
- Korelasi negatif tetapi kurang kuat diberi simbol -

3. Dalam kasus : warnet "SAHARA NET",
- Antara bangunan dengan karyawan memiliki hubungan yang positif kuat, karena semakin luasnya dan semakin baiknya bangunan akan memerlukan jumlah karyawan yang semakin banyak dan kualitas karyawan yang lebih baik.
- Antara bangunan dengan tukang parkir memiliki hubungan positif meskipun kurang kuat, karena setiap penambahan jumlah bangunan harus disertai dengan peningkatan jangkauan pengamanan, dan hal ini mengindikasikan peningkatan jumlah satpam.
- Antara bangunan warnet dengan snack bar memiliki hubungan negatif meskipun kurang kuat, karena kalau akan menambah luas snack bar akan mengurang ruangan untuk warnet.
- Antara jumlah tukang parkir dengan karyawan, kadang-kadang dalam jangka pendek memiliki hubungan negatif meskipun kurang kuat. Jadi kalau jumlah karyawan dipandang kurang, maka dapat dilakukan reposisi sejumlah tukang parkir untuk membantu pekerjaan diluar pengamanan parkir.
- Antara peripheral computer dengan dial up, antara peripheral komputer dengan karyawan memiliki hubungan positif,
- demikian seterusnya.

Labels:

about


A little something about me, the author. Nothing lengthy, just an overview.

Also a link to my profile may show up here.

Dominant Traits Johari Window

66% of people think that Eko Wahyudiharto is clever
66% of people think that Eko Wahyudiharto is friendly
66% of people agree that Eko Wahyudiharto is idealistic

All Percentages

able (0%) accepting (0%) adaptable (0%) bold (0%) brave (0%) calm (33%) caring (0%) cheerful (0%) clever (66%) complex (0%) confident (0%) dependable (0%) dignified (0%) energetic (0%) extroverted (0%) friendly (66%) giving (0%) happy (0%) helpful (0%) idealistic (66%) independent (33%) ingenious (0%) intelligent (33%) introverted (0%) kind (33%) knowledgeable (33%) logical (33%) loving (33%) mature (0%) modest (0%) nervous (0%) observant (0%) organised (0%) patient (33%) powerful (0%) proud (0%) quiet (0%) reflective (0%) relaxed (0%) religious (0%) responsive (33%) searching (0%) self-assertive (0%) self-conscious (0%) sensible (33%) sentimental (0%) shy (33%) silly (0%) spontaneous (0%) sympathetic (0%) tense (0%) trustworthy (0%) warm (0%) wise (0%) witty (0%)

search

recent posts

recent comments

labels

archives

links

statistic

admin