<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=17988160776302404&amp;blogName=Arsip+Kuliah+Magister+Manajemen+S2&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fs2.wahyudiharto.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Konsep Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban

Sunday, April 12, 2009 by Eko Wahyudiharto

Informasi akuntansi manajemen menyangkut informasi masa lalu dan informasi masa yang akan datang, tergantung untuk untuk apa informasi tersebut disajikan. Ada beberapa tipe informasi akuntansi manajemen, yaitu :
a. Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information)
b. Informasi Akuntansi Diferensial (Differential Accounting Information)
c. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (Responsibility Accounting Information)

Lebih spesifik, informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan infomasi aktiva, pendapatan dan atau biaya yang dhubungkan dengan manajer yang bertanggung jawab atas pusat pertanggung jawaban tertentu.

Misal: perencanaan aktiva, pendapatan, biaya oleh manajer dalam penyusunan anggaran dibawah koordinasi manajemen puncak.

Dengan demikian, fungsi dari informasi akuntansi pertanggunajawaban secara umum adalah untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.

Menurut McGraw-Hill, Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban menyediakan informasi :
a. Yang berkaitan dengan tanggung jawab manajer secara individual
b. Sebagai bahan evaluasi bagi manajer pada item-item yang dikontrol

Responsibility Accounting Information juga berfungsi untuk:
a. Menyiapkan budget untuk masing-masing responsibility center
b. Mengukur performa dari masing-masing responsibility center
c. Menyiapkan skema pelaporan secara periodik yang membandingkan jumlah secara aktual dan jumlah budget.

Sukses tidaknya implementasi responsibility accounting dari suatu institusi akan berdasar pada bagan struktur organisasi dengan tingkat otoritas dan tanggung jawab yang jelas.



Dari contoh skema struktur organisasi di atas, Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban yang diterima dapat beragam bergantung pada level divisi. Sebagai contoh:
a. Department Manager menerima laporan detail atas apa yang terjadi pada divisinya.
b. Store Manager menerima ringkasan laporan dari masing-masing divisi.
c. Vice President of Operation menerima ringkasan dari masing-masing store manager.
d. Sedangkan untuk level puncak serta merta tidak akan menerima pelaporan secara detail kecuali timbulnya permasalahan baru.

Untuk memaksimumkan keuntungan, responsibility report harus memenuhi 4 kriteria:
a. Tepat waktu
b. Diterbitkan secara periodik dan konsisten
c. Mudah dimengerti
d. Membandingkan antara budget dan jumlah aktual

Labels:

Resume Ekonomi Manajerial

Sunday, April 5, 2009 by Eko Wahyudiharto

1. a. Ciri-ciri pasar oligopoli adalah :
*) Hanya ada beberapa perusahaan saja yang memproduksi barang-barang manufaktur untuk keperluan masyarakat.
*) Produk yang dijual bersifat homogen atau variasi dari jenis merk yang sama.
*) Secara teknologi kedudukan oligopoli dapat juga timbul, jika sebuah industri atau perusahaan memiliki tingkat teknologi yang lebih canggih dibandingkan dengan perusahaan yang lain.
*) Oligopoli juga dapat ditimbulkan oleh adanya merger atau penyatuan antara beberapa perusahaan besar sehingga mereka dapat memadukan modal, teknologi, faktor produksi danpasar yang dapat lebih mereka kuasai.
*) Perusahaan yang tergabung dalam oligopoli lazimnya mempunyai saling ketergantungan satu sarna lain.
*) Perusahaan oligopoli lazimnya saling bersaing bukan dalam harga tetapi lebih pada persaingan dalam kampanye komoditi yang mereka jual melalui iklan, promosi, atau melalui diferensiasi jenis barang yang mereka jual.

b. Diantara kontinum monopoli dan persaingan monopolistik, pasar oligopoli merukan yang paling realistik karena :
Jika terdapat beberapa perusahaan yang menjadi pemegang monopoli maka perusahaan-perusahaan ini berada dalam keadaan yang disebut oligopoli.

Suatu struktur pasar yang lebih mendekati kenyataan adalah bahwastruktur pasar umumnya selalu berbentuk pasar oligopoli atau persaingan yang monopolistik. Keadaan ini merupakan semacam bentuk campuran antara persaingan bebas yang sarna sekali sempuma dengan monopoli yang sama sekali mumi. Bahkan dapat dikatakan bahwa 80 % kehidupan nyata dalam perilaku ekonomi masyarakat sepenuhnya berada dalam naungan dan kondisikondisi pasar yang bersifat oligopolistik atau persaingan monopolistik.

c. Contoh Industri di Indonesia yang mendekati kriteria-kriteria pasar oligopoli, yaitu :
Di Indonesia pasar oligopoli dapat dengan mudah kita jumpai, misalnya pada pasar semen, pasar layanan operator selular, pasar otomotif serta pasar yang bergerak dalam industri berat.

2. Indeks Herfindahl (H)
a. HHI = 10000 X ((18/100)^2 + (14/100)^2 + (12/100)^2 + (11/100)^2 + (7/100)^2) = 10000 x 0.0834 = 834
b. HHI = 10000 X ((10/100)^2 + (10/100)^2) = 10000 x 0.02 = 200
c. HHI = 10000 X ((4/100)^2) X 25 = 10000 X 0.04 = 400


Semakin tinggi Indeks Herfindahl (H), semakin besar tingkat konsentrasi dalam industri. Nilai H tertinggi adalah 1000 karena 1002 (misalnya ada satu perusahaan dalam industri yang menguasai pasar 100%).
Indeks Herfindahl memberikan bobot yang lebih besar kepada perusahaan yang memiliki pangsa pasar yang besar di banding dengan perusahaan dan memiliki pangsa pasar kecil. Semakin besar bobotnya maka semakin terkonsentrasi lah perusahaan tersebut.

3. Matriks Trade-off untuk pentuan harga kit modifikasi BBG





























Blue Gas Indonesia


Harga Premium
Harga Rendah
EmGaz Corp
Harga Premium
(7,8)
(3,12)

Harga Rendah
(11,4)
(9,6)


a. Sebagai manajer EmGaz Corp mengharapkan agar Blue Gas Indonesia menjual harga premium untuk produknya karena dengan itu EmGaz Corp akan menjual produknya dengan harga rendah yang dapat memberikan kontribusi laba sebesar 11 dan Blue Gas mendapatkan laba 4.

b. Persaingan harga yang terjadi antara dua perusahaan tsb cukup ketat pada saat masing-masing meluncurkan harga jual pada posisi harga yang sama artinya harga premium atau harga rendah karena akan memberikan dampak laba yang tidak jauh. Tetapi apabila salah satu perusahaan meluncurkan klas harga yang berbeda akan mengakibatkan pada salah satu perusahaan mendapatkan laba yang cukup signifikan.

c. Pada penetapan harga Premium, posisi EmGaz Corp menetapkan harga rendah menjadi ancaman serius.

4. Price Discrimination
Fungsi dan tujuan dari kebijakan price-discrimination adalah penentuan harga yang berbeda-beda untuk kualitas produk yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dalam pasar yang berbeda, ketika perbedaan harga ini tidak disebabkan oleh perbedaan biaya. Tujuan utamanya mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi Keuntungan yang lebih tinggi tersebut diperoleh dengan cara merebut surplus konsumen.

Diskriminasi harga derajat pertama (First-degree Price Discrimination), mengacu pada penjualan tiap unit secara terpisah dan pengenaan harga yang setinggi mungkin contoh penjualan perhiasan berlian. Disebut juga perfect / full PD karena berhasil mengambil surplus konsumen paling besar Syarat utama, perusahaan harus mengetahui reservation price masing-masing konsumen.

Diskriminasi harga derajat kedua (Secound-degree Price Discrimination), mengacu pada pengenaan harga yang sama per unit untuk jumlah atau sekumpulan produk tertentu contoh produk GSM. Kebijakan ini dapat meningkatkan kesejahteraan konsumen karena jumlah output bertambah dan harga jual semakin murah.

5. Surplus konsumen & Willingness To Pay
a. Willingness To Pay (WTP) adalah jumlah maksimum yang mau dibayar oleh konsumen untuk memperoleh suatu barang atau kesediaan konsumen untuk mengeluarkan imbalan atas jasa yang diperolehnya. Pendekatan yang digunakan dalam analisis WTP didasarkan pada persepsi pengguna terhadap tarif dari jasa pelayanan tersebut.

b. Surplus konsumen adalah selisih harga tertinggi yang bersedia dibayar konsumen dengan harga yang benar-benar dibayar oleh konsumen. (Surplus Konsumen = nilai barang bagi pembeli - harga yang dibayarkan pembeli).Surplus konsumen juga dapat dikatakan sebagai kelebihan atau perbedaan antara kepuasan total atau total utility (yang dinilai dengan uang) yang dinikmati konsumen dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu dengan pengorbanan totalnya (yang dinilai dengan uang) untuk memperoleh atau mengkonsumsikan jumlah barang tersebut. Pada hakekatnya berarti juga perbedaan diantara kepuasan yang diperoleh seseorang didalam mengkonsumsi sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut.

c. Grafik Permintaan dari Tabel Rekapitulasi dan Kurva Permintaan:















































No.
Harga
Pembeli
Jumlah Permintaan
1
Lebih dari $125Tidak Ada
0
2
$100 - $125Dani
2
3
$95 - $100Dani, Maia
4
4
$75 - $95Dani, Maia, Al
6
5
$55 - $75Dani, Maia, Al, El
8
6
Kurang dari $55Dani, Maia, Al, El, Dul
10




d. Jumlah surplus konsumen:















































No.
Pembeli
Kesediaan Membayar
Surplus Konsumen Apabila Tingkat Harga yang Ditetapkan $55
Jumlah Surplus Konsumen
1
Dani$125$70$70
2
Maia$100$45$115
3
Al$95$40$155
4
El$75$20$175
5
Dul$55$0$175

Labels:

Pemanfaatan Kapasitas Pabrik dan Penentuan Harga Produk yang Optimum

Sunday, March 22, 2009 by Eko Wahyudiharto

Salah satu alasan penting bagi perusahaan untuk menghasilkan lebih dari satu jenis produk adalah agar bisa lebih memanfaatkan kapasitas pabrik dan kapasitas produksinya. Sebuah perusahaan yang memiliki kapasitas berlebih (setelah menghasilkan sebuah jenis produk pada tingkat output terbaiknya) bisa mencari produk lain untuk dihasilkan sehingga bisa lebih maksimum (tidak harus berarti 100%) memanfaatkan kapasitas pabrik dan kapasitas produksinya. Sepanjang pendapatan marginal dari produk-produk ini lebih tinggi dari biaya marginalnya, laba perusahaan akan meningkat. Jadi, ketimbang menghasilkan sebuah produk tunggal pada titik dimana MR = MC dan menyisakan banyak kapasitas berlebih, perusahaan akan memperkenalkan produk baru (atau berbagai variasi dari produk yang ada), sesuai dengan urutan tingkat laba yang dihasilkannya, sampai di mana pendapatan marginal dan biaya marginal dari unit terakhir dari produk yang paling kecil labanya mencapai nilai yang sama. Kemudian harga dari setiap produk akan ditentukan berdasarkan masing-masing kurva permintaannya. Proses ini ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.



Gambar di atas menunjukkan sebuah perusahaan yang menjual tiga buah produk (A,B dan C) dengan masing-masing kurva permintaannya yaitu DA, DB, dan DC, dan kurva pendapatan marginal MRA, MRB, dan MRC. Perusahaan memaksimumkan laba ketika dia menghasilkan masing-masing produk pada saat MRA = MRB = MRC = MC. Hal ini ditunjukkan oleh titik EA, EB dan EC, yaitu ketika garis equal-marginal-revenue (EMR) yang berada pada tingkat MRC = MC memotong kurva MRA, MRB dan MRC. Jadi, agar dapat memaksimumkan laba, perusahaan harus menghasilkan 60 unit produk A dan menjual pada tingkat harga PA = $16 pada kurva DA (lihat gambar diatas); 90 unit produk B (jarak horizontal antara titik EB dan EA, atau 150 - 160) dan menjual pada PB = $15 pada kurva DB; dan 180 unit produk C (dari 330 - 150) dan menjualnya pada PC = $14 pada kurva DC. Perhatikan bahwa semakin ke kanan kurva permintaan setiap produk semakin elastis dan bahwa harga dari setiap produk semakin rendah, sementara biaya marginalnya semakin meningkat (sehingga laba per unit semakin berkurang).

Beberapa hal harus diperhatikan sehubungan dengan analisis di atas dan gambar diatas:

1. Akan menguntungkan bagi perusahaan untuk terus memasukan produk baru lainnya hingga didapatkan produk terakhir yang harganya sama dengan biaya marginalnya (sehingga perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan bersaing yang sempurna dalam pasar bagi produk ini), atau kapasitas produksi perusahaan telah mencapai maksimum.

2. Diasumsikan bahwa fasilitas produksi perusahaan bisa dengan mudah disesuaikan untuk menghasilkan produk lain dan kurva biaya perusahaan mencerminkan kenaikan biaya akibat tambahan produk baru.

3. Gambar diatas mengasumsikan bahwa kurva permintaan dari setiap produk yang dijual oleh perusahaan bersifat independen dan tidak terkait satu sama lain, atau bahwa figur tersebut menunjukkan dampak total dan final dari semua saling keterkaitan antar permintaan.

4. Sebuah perusahaan mungkin menghasilkan sebuah produk yang tidak akan memberikan laba atau hanya sedikit memberikan laba agar dapat memasok serangkaian produk yang lengkap, untuk menjadikannya sebagai "loss leader" (artinya, memikat pelanggan), atau untuk mempertahankan kesetiaan pelanggan, menjaga agar saluran distribusi bisa tetap terbuka, atau untuk memanfaatkan sumber daya perusahaan sementara menunggu kesempatan yang lebih menguntungkan (seperti dalam kasus perusahaan konstruksi). Ini terkait dengan poin #1. Sebagai contoh, berbagai pasar swalayan memperoleh margin laba yang sangat kecil dari barang kebutuhan sehari-hari (sabun, deterjen, kopi, soda, kentang, dan lain-lain), yang memiliki permintaan yang sangat elastis dan iklannya sangat gencar, serta memperoleh lebih banyak laba dari produk-produk khusus, yaitu yang sering dibeli secara implusif dan harga pasarnya belum banyak diketahui pelanggan.

Jadi, alasan penting bagi perusahaan untuk menghasilkan lebih dari satu jenis produk adalah agar bisa lebih memanfaatkan kapasitas pabrik dan kapasitas produksinya sehingga dapat ditentukan harga produk yang optimum.

Dalam persaingan sempurna, pasar menentukan harga dimana perusahaan menjual produknya. Perusahaan akan memilih jumlah output yang akan memaksimumkan labanya. Pada tingkat output inilah p=MC (harga berimbang dengan biaya marginal). Apabila perusahaan memaksimalkan labanya, ia tidak akan terdorong untuk merubah outputnya.

Dari gambar diatas, kurva permintaan bagi komoditas yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Dalam hal ini, perusahaan akan memperoleh harga jual yang tinggi bila produksinya sedikit, dan harga yang semakin rendah bila produksinya semakin banyak.

Pada gambar diatas, besarnya laba adalah selisih antara penerimaan total (TR) dengan biaya total (TC), yaitu:

TR = P X Q
TR = (OPA X OQA) + (OPB X OQB) + (OPC X OQC)
TR = (16 X 60) + (15 X 150) + (14 X 330)
TR = 960 + 2250 + 4620 = 7830


TC = C X Q
TC = (OC X OQA) + (OC X OQB) + (OC X OQC)
TC = (12 X 60) + (12 X 150) + (12 X 330)
TC = 720 + 1800 + 3960 = 6480


Jadi, laba bersih yang diperoleh perusahaan sebesar 7830 – 6480 = 1350
Dengan perincian laba bersih sebesar untuk masing-masing produk:
Produk A sebesar OPAOQA - OCOQA = (CPA - OC) X OQA
= (16 - 12) X 60 = 240
Produk B sebesar OPBOQB - OCOQB = (CPB - OC) X OQB
= (15 - 12) X 150 = 450
Produk C sebesar OPCOQC - OCOQC = (CPC - OC) X OQC
= (14 - 12) X 330 = 660
1350


Dengan memahami analisis yang ada, maka dimungkinkan sekali orang mempunyai pandangan yang salah mengenai tingkah laku perusahaan, yaitu:

1. Bahwa perusahaan memperoleh keuntungan dengan adanya kenaikan harga. Perusahaan, paling sedikit harus memperoleh hasil investasi yang normal (Normal Return On Investment) dalam jangka panjang. Tetapi dalam jangka pendek, ia pasti dapat menderita kerugian asal saja ia dapat menutup biaya variabel maka ia dapat melanjutkan usahanya.

2. Bahwa kenaikan harga akan selalu menguntungkan perusahaan.
Kita asumsikan bahwa perusahaan berusaha memaksimumkan laba. Oleh sebab itu, jika perusahaan menaikkan harga, maka penerimaan totalnya akan menurun. Hal ini terjadi karena untuk memaksimumkan laba, maka MR harus sama dengan MC. Biaya marjinal (MC) harus selalu positif, sebab biaya marjinal itu merupakan perubahan dalam biaya total, dan biaya total akan selalu naik jika output diperluas. Penerimaan marjinal yang positif berarti menunjukkan bahwa permintaannya bersifat elastis, maka kenaikan harga akan menyebabkan turunnya penerimaan total. Pandangan yang salah bahwa kenaikan harga selalu menguntungkan perusahaan adalah jika permintaan yang dihadapi perusahaan bersifat inelastisitas sempurna.

3. Pandangan yang salah mengenai perusahaan adalah bahwa ia akan memproduksi pada tingkat output yang maksimal dalam ukuran pabrik yang optimum.
Dalam jangka panjang, perusahaan tidak perlu mendapat laba murni, tetapi hanya hasil investasi normal (Normal Return On Investment). Agar perusahaan mencapai laba maksimum dalam jangka panjang, maka ia harus memproduksi output dengan menyamakan antara MR dan LRMC, kemudian ia menyesuaikan ukuran pabriknya. Maka harga jual di pasar dapat ditentukan.

Keputusan mengenai harga dan output dalam perusahaan diambil dengan cara memaksimumkan perbedaan antara pendapatan total (TR) dan biaya total (TC) dalam jangka panjang, asal saja perbedaaan itu lebih besar dari atau sama dengan nol. Begitu juga dalam jangka pendek, perusahaan sekali lagi ingin memaksimumkan perbedaan itu, asal saja biaya variabel dapat ditutup.

Labels:

about


A little something about me, the author. Nothing lengthy, just an overview.

Also a link to my profile may show up here.

Dominant Traits Johari Window

66% of people think that Eko Wahyudiharto is clever
66% of people think that Eko Wahyudiharto is friendly
66% of people agree that Eko Wahyudiharto is idealistic

All Percentages

able (0%) accepting (0%) adaptable (0%) bold (0%) brave (0%) calm (33%) caring (0%) cheerful (0%) clever (66%) complex (0%) confident (0%) dependable (0%) dignified (0%) energetic (0%) extroverted (0%) friendly (66%) giving (0%) happy (0%) helpful (0%) idealistic (66%) independent (33%) ingenious (0%) intelligent (33%) introverted (0%) kind (33%) knowledgeable (33%) logical (33%) loving (33%) mature (0%) modest (0%) nervous (0%) observant (0%) organised (0%) patient (33%) powerful (0%) proud (0%) quiet (0%) reflective (0%) relaxed (0%) religious (0%) responsive (33%) searching (0%) self-assertive (0%) self-conscious (0%) sensible (33%) sentimental (0%) shy (33%) silly (0%) spontaneous (0%) sympathetic (0%) tense (0%) trustworthy (0%) warm (0%) wise (0%) witty (0%)

search

recent posts

recent comments

labels

archives

links

statistic

admin