<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=17988160776302404&amp;blogName=Arsip+Kuliah+Magister+Manajemen+S2&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fs2.wahyudiharto.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Identifikasi Metodologi Penelitian

Monday, April 27, 2009 by Eko Wahyudiharto

1. Contoh pernyataan dan jenis masalah penelitian:


































No.
Pernyataan
Jenis Masalah
a.Seberapa baikkah gaya kepemimpinan setiap tingkatan Eselon di pemerintah DKI ?
Deskriptif
b.Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan iklim kerja dalam organisasi ?
Asosiatif
c. Adakah perbedaan gaya kepemimpinan para pejabat Esolon I, II dan III ?
Komparatif
d.Bagaimanakah kondisi iklim kerja di pabrik rokok “Bentoel” ?
Deskriptif
e.Apakah ada perbedaan iklim kerja organisasi yang dipimpin oleh pria dan wanita ?
Komparatif


2. Contoh pernyataan dan jenis hipotesis:





























No.
Pernyataan
Jenis Hipotesis
a.Rata-rata tingkat kepemimpinan paling rendah 40 % dari yang diharapkan
Deskriptif
b.Terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan ikilm kerja organisasi
Asosiatif
c.Usia pakai lampu pijar merek “Philips” paling sedikit 800 jam
Deskriptif
d.Terdapat perbedaan iklim kerja yang signifikan antara organisasi yang dipimpin pria dan wanita
Komparatif


3. Contoh pernyataan, jenis masalah penelitian dan rumusan hipotesisnya:






















































No.
Pernyataan
Jenis Masalah dan Rumusan Hipotesa
a.Bagaimana kondisi kemampuan daya beli masyarakat saat ini yang relatif rendah ?Jenis: Deskriptif
H0: Daya beli masyarakat saat ini relatif tinggi
H1: Daya beli masyarakat saat ini relatif rendah
b.Berapakah rata-rata kecerdasan emosional para PNS di propinsi Papua ?Jenis: Deskriptif
H0: Rata-rata kecerdasan emosional para PNS di Propinsi Papua di bawah normal
H1: Rata-rata kecerdasan emosional para PNS di Propinsi Papua minimal normal
c.Berapakah rata-rata prestasi pegawai di lingkungan Depnaker ?Jenis: Deskriptif
H0: Rata-rata prestasi pegawai di lingkungan Depnaker rendah
H1: Rata-rata prestasi pegawai di lingkungan Depnaker tinggi
d.Adakah hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi kerja pegawai ?Jenis: Asosiatif
H0: r = 0 ; Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi kerja pegawai
H1: r <> 0 ; Ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi kerja pegawai
e.Bagaimanakah pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi kerja ?Jenis: Asosiatif
H0: b = 0 ; Tidak ada pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap prestasi kerja
H1: b <> 0 ; Ada pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap prestasi kerja
f.Seberapa tinggi kemampuan kerja pegawai di UPN “Veteran” ?Jenis: Deskriptif
H0: Kemampuan kerja pegawai di UPN “Veteran” rendah
H1: Kemampuan kerja pegawai di UPN “Veteran” tinggi
g.Adakah hubungan antara tingkat pendidikan dengan penghasilan ?Jenis: Asosiatif
H0: r = 0 ; Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan penghasilan
H1: r <> 0 = Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan penghasilan
h.Adakah perbedaan kemampuan kerja antara pegawai pria dan wanita di Dephan ?Jenis: Komparatif
H0: µ1 = µ2 ; Tidak ada perbedaan kemampuan kerja antara pegawai pria dan wanita di Dephan
H1: µ1 <> µ2 ; Ada perbedaan kemampuan kerja antara pegawai pria dan wanita di Dephan
i.Apakah ban merek “Dunlop” lebih tahan lama dibanding ban merek “Gajah Tunggal” ?Jenis: Komparatif
H0: µ1 <= µ2 ; ban merek “Dunlop” kurang atau sama tahan lamanya dibanding ban merek “Gajah Tunggal”
H1: µ1 > µ2 = ban merek “Dunlop” lebih tahan lama dibanding ban merek “Gajah Tunggal”




4. Suatu populasi masyarakat terdiri dari 1000 orang yang dikelompokkan berdasarkan strata pendidikan. S2 = 50, S1 = 300, SMK = 500, SMP = 100 dan SD = 50. Hitunglah ukuran sampelnya dengan tingkat kesalahan 5 % dengan menggunakan metode proporsional!
Maka dari contoh informasi diatas, total dari seluruh populasi adalah = 50 + 300 + 500 + 100 + 50 = 1000
Dengan demikian, jumlah sampel dengan tingkat kesalahan 5% menurut tabel Isaac & Michael adalah: 258
Sehingga, ukuran sampel untuk masing-masing strata pendidikan adalah:














































S2
=
( 50 / 1000 ) * 258
=
12.9
S1
=
( 300 / 1000 ) * 258
=
77.4
SMK
=
( 500 / 1000 ) * 258
=
129
SMP
=
( 100 / 1000 ) * 258
=
25.8
SD
=
( 50 / 1000 ) * 258
=
12.9


J U M L A H

258

Labels:

Ekonomi Jejaring (Networked Economy) dan Supply Chain Management dalam Organisasi dan Bisnis

Monday, April 13, 2009 by Eko Wahyudiharto


Perbedaan pokok yang dapat disampaikan pada gambar slide tersebut adalah bahwa Perusahaan ”seafood” dalam transaksi operasionalnya lebih menitikberatkan pada aspek teknologi informasi. Walaupun bukanlah hal yang baru, perusahaan tersebut telah melakukan cara baru melaksanakan bisnis yaitu menggunakan metode ekonomi jejaring (networked economy) dengan internet sebagai basis operasinya. Dari sisi perkembangannya, metode ekonomi jejaring muncul sebagai tahapan evolusi dari metode konvensional sebelumnya yaitu ekonomi industrial dimana secara alamiah, lingkup perubahan yang terjadi pada kedua metode tersebut ada pada sisi kelangkaan, strategi pencarian, transaksi, komunikasi dan infrastruktur.

Perusahaan ”seafood” tersebut juga dapat disebut sebagai organisasi bisnis digital, dimana persaingan lingkungan bisnis yang kompetitif dapat menjadi salah satu penyebab pendorong perusahaan agar berevolusi kedalam perusahaan digital dengan kultur bisnis berbasis sosio-teknologi. Hal ini juga sejalan dengan digitasi atau globalisasi dalam dunia bisnis.

Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, bahwa perusahaan ”seafood” ini murni memanfaatkan sistem teknologi informasi dalam operasionalnya, dimana didalamnya terdapat tanda-tanda digitasi/globalisasi dalam bisnis, yang antara lain dapat disebutkan sebagai berikut:
a. Arus kas perusahaan mengalir secara online.
b. Terdapat pertukaran data secara elektronis.
c. Point of sales dan pembayaran secara elektronis menjadi salah satu facet inti pelayanan.
d. Teknologi citra (image technology) menjadi kebutuhan operasional.
e. Perusahaan terhubungkan langsung dengan pemasok utama serta pelanggan dalam suatu tatanan.
f. Rutinitas terbebas oleh lokasi dan waktu.
g. Digunakannya jaringan internet.

Selain tersebut diatas, lingkungan bisnis Perusahaan ”seafood” tersebut juga berada dalam lingkungan bisnis dengan kondisi menyatunya badan usaha berbasis digital. Hal-hal yang mendasari adalah sebagai berikut:
a. Hubungan dipicu elektronik digital antara pelanggan, pemasok dan karyawan.
b. Proses bisnis inti tercapai melalui jejaring digital.

Model Konseptual SIM (menurut Herbert A. Simon) yang dapat digambarkan dari perusahaan tersebut adalah:

























Aktivitas Manajemen
Fungsi-fungsi
PUNCAK (Future)a. Proyeksi arus kas bulanan
b. Proyeksi lima tahun keuntungan
MENENGAH (Sumber Daya)a. Laporan arus kas harian
b. Daftar gaji karyawan
c. Daftar piutang dari pemasok makanan
d. Daftar hutang
e. Laporan varians penjualan
f. Catatan intelijen tentang persaingan
PENGGIAT OPERASIONAL (Profesi)a. Jadwal pesanan mingguan
b. Akuntansi pesanan
BASIS DATALog kesalahan pengolahan data


Dengan demikian, aplikasi masa depan yang harus dibangun dalam model konseptual tersebut dapat ditentukan pada aktifitas manajemen MENENGAH yaitu SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (sistem perencanaan dan penerapan rantai pemasokan). Sistem ini berguna untuk memicu perusahaan ”Seafood” untuk merencanakan dan membangun sumber-sumber untuk produksi serta membina arus produk melalui pusat-pusat distribusi dan gudang-gudangnya.

Secara umum, supply chain management juga membantu distribusi bahan jadi ke customer dan sebaliknya (returned items flow). Selain itu, system ini juga dimungkinkan untuk menentukan apa dan kapan bahan untuk diproduksi, disimpan dan dipindahkan dari dan ke gudang. Sekaligus mengkomunikasikan dan melacak permintaan, memeriksa persediaan inventori, memonitor pengiriman, merencanakan produksi sesuai dengan permintaan dan menyediakan informasi spesifikasi produk.

Supply chain management juga akan membangun apa yang dinamakan perdagangan kolaboratif. Pemanfaatan teknologi digital untuk memungkinkan banyak organisasi merancang, mengembangkan, membangun, memindahkan dan membina produknya secara kolaboratip. Meningkatkan efisiensi dlm mempercepat siklus hidup rancangan, menekan inventori yang berlebihan, meramal permintaan dan memelihara mitra dan kustomer.

Labels:

Konsep Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban

Sunday, April 12, 2009 by Eko Wahyudiharto

Informasi akuntansi manajemen menyangkut informasi masa lalu dan informasi masa yang akan datang, tergantung untuk untuk apa informasi tersebut disajikan. Ada beberapa tipe informasi akuntansi manajemen, yaitu :
a. Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information)
b. Informasi Akuntansi Diferensial (Differential Accounting Information)
c. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (Responsibility Accounting Information)

Lebih spesifik, informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan infomasi aktiva, pendapatan dan atau biaya yang dhubungkan dengan manajer yang bertanggung jawab atas pusat pertanggung jawaban tertentu.

Misal: perencanaan aktiva, pendapatan, biaya oleh manajer dalam penyusunan anggaran dibawah koordinasi manajemen puncak.

Dengan demikian, fungsi dari informasi akuntansi pertanggunajawaban secara umum adalah untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.

Menurut McGraw-Hill, Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban menyediakan informasi :
a. Yang berkaitan dengan tanggung jawab manajer secara individual
b. Sebagai bahan evaluasi bagi manajer pada item-item yang dikontrol

Responsibility Accounting Information juga berfungsi untuk:
a. Menyiapkan budget untuk masing-masing responsibility center
b. Mengukur performa dari masing-masing responsibility center
c. Menyiapkan skema pelaporan secara periodik yang membandingkan jumlah secara aktual dan jumlah budget.

Sukses tidaknya implementasi responsibility accounting dari suatu institusi akan berdasar pada bagan struktur organisasi dengan tingkat otoritas dan tanggung jawab yang jelas.



Dari contoh skema struktur organisasi di atas, Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban yang diterima dapat beragam bergantung pada level divisi. Sebagai contoh:
a. Department Manager menerima laporan detail atas apa yang terjadi pada divisinya.
b. Store Manager menerima ringkasan laporan dari masing-masing divisi.
c. Vice President of Operation menerima ringkasan dari masing-masing store manager.
d. Sedangkan untuk level puncak serta merta tidak akan menerima pelaporan secara detail kecuali timbulnya permasalahan baru.

Untuk memaksimumkan keuntungan, responsibility report harus memenuhi 4 kriteria:
a. Tepat waktu
b. Diterbitkan secara periodik dan konsisten
c. Mudah dimengerti
d. Membandingkan antara budget dan jumlah aktual

Labels:

Penggunaan Informasi Akuntansi Penuh Dalam Penentuan Harga Transfer

Tuesday, April 7, 2009 by Eko Wahyudiharto

Sebuah perusahaan yang besar dan kompleks terdiri atas beberapa pusat pertanggungan-jawab (divisi sebagai responsibility center) yang memfungsikan manajer-manajer divisi agar dapat memiliki rentang kontrol yang lebih efektif dalam operasional.

Divisi-divisi dalam perusahaan tersebut membutuhkan setidaknya informasi akuntansi tentang sumber daya yang digunakan serta keluaran yang dihasilkan. Informasi-informasi ini minimal digunakan untuk:
a. Merencanakan pengalokasian sumber daya
b. Melakukan kontrol operasional
c. Evaluasi terhadap performa manajer

Lebih lengkap, pembagian karakteristik divisi yang dimaksud antara lain:



































No.
Responsibility Center
Tugas Manajer
Contoh
1Cost CenterBertanggung jawab atas biaya yang dipakai selama operasionalMisal: Kantor Pusat
2Revenue CenterBertanggung jawab terhadap pendapatan yang diterima
3Profit CenterBertanggung jawab terhadap laba yang diperolehMisal: Kantor cabang
4Investment CenterBertanggung jawab atas laba dan investasi yang dihasilkanMisal: perusahaan besar, multi-company atau holding yang terdesentralisasi


Secara umum, harga transfer adalah penentuan harga produk antara yang dijual oleh sebuah divisi semi otonom lain dari perusahaan yg berskala besar dan dibeli oleh divisi lain dari perusahaan yg sama. Atau dengan kata lain, harga transfer merupakan harga yang ditetapkan oleh profit center dalam transaksi penjualan. Biasanya, harga transfer muncul pada suatu perusahaan yang terdesentralisasi.

Misal:


Harga transfer mempengaruhi tingkat laba untuk kedua divisi (penjual dan pembeli), yang dalam gambar diatas artinya:
a. Laba besar bagi Divisi Aki Kering
b. Laba rendah bagi Divisi Perakitan Mobil

Harga transfer yang ideal seharusnya berpatokan baik pada keuntungan yang maksimal bagi perusahaan maupun bagi kedua divisi sehingga kerugian secara umum dapat diminimalisir. Walau begitu, harga transfer sama sekali tidak memberikan perubahan net income bagi perusahaan secara langsung.

Banyak perusahaan menggunakan harga pasar aktif sebagai ukuran harga transfer, namun demikian, industri dengan basis harga transfer lebih disukai karena industri tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan fairness. Karena ketika harga pasar tidak tersedia, industri atau perusahaan tersebut dapat menggunakan antara alternatif NEGOTIATED PRICE atau COST BASED PRICE.
a. NEGOTIATED PRICE
Sebuah sistem dimana harga transfer dapat dinegosiasikan antara manajer divisi penjual dan manajer divisi pembeli. Walaupun demikian, sistem ini akan mempengaruhi waktu produksi akibat bertambahnya waktu negosiasi.
b. COST BASED PRICE
Salah satu alternatif terbaik yang dapat digunakan karena biaya kontrol dapat diminimalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah biaya variabel (variabel cost) ataupun biaya penuh (full cost).

Ada 3 kondisi penentuan harga transfer:
1. Tidak terdapat pasar eksternal untuk produk antara

2. Pasar untuk produk antara bersifat pasar persaingan sempurna

3. Pasar utk produk antara bersifat persaingan tidak sempurna


Namun demikian, konflik tidak dapat dihindari antara kepentingan perusahaan dan manajer masing-masing divisi yang berkaitan pada saat pola penentuan harga transfer digunakan dalam sebuah perusahaan.

Tentunya dalam penentuan harga transfer manajemen tidak dapat sembarangan menentukan harga, secara garis besar harga tersebut sebisa mungkin tidak merugikan salah satu pihak yang terlibat, selain itu harga transfer dalam praktiknya harus terus diperhatikan agar tujuan manajemen sesuai dengan tujuan perusahaan.

Prinsip dasarnya adalah bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan dikenakan seandainya produk tersebut diual ke konsumen luar atau dibeli dari pemasok luar. Namun hal tersebut dalam dunia nyata sangat sulit diterapkan, hanya sedikit perusahaan yang menetapkan prinsip ini.

Tujuan harga transfer berubah apabila melibatkan multinational corporation (MNC) serta barang yang ditransfer melalui batas-batas negara. Tujuan penentuan harga transfer internasional terfokus pada meminimalkan pajak, bea, dan risiko pertukaran asing, bersama dengan meningkatkan suatu kompetitif perusahaan dan memperbaiki hubungannya dengan pemerintah asing.



Sebagai contoh, pembebanan harga transfer yang rendah untuk anak perusahaan asing mungkin akan mengurangi pembayaran bea cukai sebagai akibat dari batas-batas internasional, atau mungkin membantu anak perusahaan untuk bersaing dalam pasar asing dengan mempertahankan biaya anak perusahaan yang rendah. Di sisi lain, mebebankan suatu harga transfer yang tinggi mungkin membantu MNC mengurangi laba pada negeri yang telah memperketat kendali pengiriman uang asing, atau mungkin memberikan kemudahan bagi MNC memindahkan pendapatan dari suatu negara yang memiliki tingkat pajak pendapatan yang tinggi ke suatu negara dengan tingkat pajak rendah (tax haven country).

Penelitian akhir-akhir ini telah menemukan bahwa lebih dari 80% perusahaan-perusahaan multinsional (MNC) melihat transfer pricing sebagai suatu isu pajak internasional utama, dan lebih dari setengah dari perusahaan ini mengatakan bahwa isu ini adalah isu yang paling penting. Sebagian besar negara sekarang menerima perjanjian modal Organization of Economic Cooperation and Development (OECD), yang menyatakan bahwa harga-harga transfer sebaiknya disesuaikan dengan menggunakan standar arm’s-length, artinya pada suatu harga yang akan dicapai oleh pihak-pihak yang independen. Sementara perjanjian model tersebut diterima secara luas, terdapat perbedaan-perbedaan dalam cara negara-negara menerapkannya. Meskipun demikian, terdapat dukungan yang kuat di seluruh dunia terhadap suatu pendekatan untuk membatasi usaha-usaha oleh MNC untuk mengurangi kewajiban pajak dengan menetapkan harga-harga transfer yang berbeda dengan arm’s-length standard tersebut.

Labels:

Resume Ekonomi Manajerial

Sunday, April 5, 2009 by Eko Wahyudiharto

1. a. Ciri-ciri pasar oligopoli adalah :
*) Hanya ada beberapa perusahaan saja yang memproduksi barang-barang manufaktur untuk keperluan masyarakat.
*) Produk yang dijual bersifat homogen atau variasi dari jenis merk yang sama.
*) Secara teknologi kedudukan oligopoli dapat juga timbul, jika sebuah industri atau perusahaan memiliki tingkat teknologi yang lebih canggih dibandingkan dengan perusahaan yang lain.
*) Oligopoli juga dapat ditimbulkan oleh adanya merger atau penyatuan antara beberapa perusahaan besar sehingga mereka dapat memadukan modal, teknologi, faktor produksi danpasar yang dapat lebih mereka kuasai.
*) Perusahaan yang tergabung dalam oligopoli lazimnya mempunyai saling ketergantungan satu sarna lain.
*) Perusahaan oligopoli lazimnya saling bersaing bukan dalam harga tetapi lebih pada persaingan dalam kampanye komoditi yang mereka jual melalui iklan, promosi, atau melalui diferensiasi jenis barang yang mereka jual.

b. Diantara kontinum monopoli dan persaingan monopolistik, pasar oligopoli merukan yang paling realistik karena :
Jika terdapat beberapa perusahaan yang menjadi pemegang monopoli maka perusahaan-perusahaan ini berada dalam keadaan yang disebut oligopoli.

Suatu struktur pasar yang lebih mendekati kenyataan adalah bahwastruktur pasar umumnya selalu berbentuk pasar oligopoli atau persaingan yang monopolistik. Keadaan ini merupakan semacam bentuk campuran antara persaingan bebas yang sarna sekali sempuma dengan monopoli yang sama sekali mumi. Bahkan dapat dikatakan bahwa 80 % kehidupan nyata dalam perilaku ekonomi masyarakat sepenuhnya berada dalam naungan dan kondisikondisi pasar yang bersifat oligopolistik atau persaingan monopolistik.

c. Contoh Industri di Indonesia yang mendekati kriteria-kriteria pasar oligopoli, yaitu :
Di Indonesia pasar oligopoli dapat dengan mudah kita jumpai, misalnya pada pasar semen, pasar layanan operator selular, pasar otomotif serta pasar yang bergerak dalam industri berat.

2. Indeks Herfindahl (H)
a. HHI = 10000 X ((18/100)^2 + (14/100)^2 + (12/100)^2 + (11/100)^2 + (7/100)^2) = 10000 x 0.0834 = 834
b. HHI = 10000 X ((10/100)^2 + (10/100)^2) = 10000 x 0.02 = 200
c. HHI = 10000 X ((4/100)^2) X 25 = 10000 X 0.04 = 400


Semakin tinggi Indeks Herfindahl (H), semakin besar tingkat konsentrasi dalam industri. Nilai H tertinggi adalah 1000 karena 1002 (misalnya ada satu perusahaan dalam industri yang menguasai pasar 100%).
Indeks Herfindahl memberikan bobot yang lebih besar kepada perusahaan yang memiliki pangsa pasar yang besar di banding dengan perusahaan dan memiliki pangsa pasar kecil. Semakin besar bobotnya maka semakin terkonsentrasi lah perusahaan tersebut.

3. Matriks Trade-off untuk pentuan harga kit modifikasi BBG





























Blue Gas Indonesia


Harga Premium
Harga Rendah
EmGaz Corp
Harga Premium
(7,8)
(3,12)

Harga Rendah
(11,4)
(9,6)


a. Sebagai manajer EmGaz Corp mengharapkan agar Blue Gas Indonesia menjual harga premium untuk produknya karena dengan itu EmGaz Corp akan menjual produknya dengan harga rendah yang dapat memberikan kontribusi laba sebesar 11 dan Blue Gas mendapatkan laba 4.

b. Persaingan harga yang terjadi antara dua perusahaan tsb cukup ketat pada saat masing-masing meluncurkan harga jual pada posisi harga yang sama artinya harga premium atau harga rendah karena akan memberikan dampak laba yang tidak jauh. Tetapi apabila salah satu perusahaan meluncurkan klas harga yang berbeda akan mengakibatkan pada salah satu perusahaan mendapatkan laba yang cukup signifikan.

c. Pada penetapan harga Premium, posisi EmGaz Corp menetapkan harga rendah menjadi ancaman serius.

4. Price Discrimination
Fungsi dan tujuan dari kebijakan price-discrimination adalah penentuan harga yang berbeda-beda untuk kualitas produk yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dalam pasar yang berbeda, ketika perbedaan harga ini tidak disebabkan oleh perbedaan biaya. Tujuan utamanya mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi Keuntungan yang lebih tinggi tersebut diperoleh dengan cara merebut surplus konsumen.

Diskriminasi harga derajat pertama (First-degree Price Discrimination), mengacu pada penjualan tiap unit secara terpisah dan pengenaan harga yang setinggi mungkin contoh penjualan perhiasan berlian. Disebut juga perfect / full PD karena berhasil mengambil surplus konsumen paling besar Syarat utama, perusahaan harus mengetahui reservation price masing-masing konsumen.

Diskriminasi harga derajat kedua (Secound-degree Price Discrimination), mengacu pada pengenaan harga yang sama per unit untuk jumlah atau sekumpulan produk tertentu contoh produk GSM. Kebijakan ini dapat meningkatkan kesejahteraan konsumen karena jumlah output bertambah dan harga jual semakin murah.

5. Surplus konsumen & Willingness To Pay
a. Willingness To Pay (WTP) adalah jumlah maksimum yang mau dibayar oleh konsumen untuk memperoleh suatu barang atau kesediaan konsumen untuk mengeluarkan imbalan atas jasa yang diperolehnya. Pendekatan yang digunakan dalam analisis WTP didasarkan pada persepsi pengguna terhadap tarif dari jasa pelayanan tersebut.

b. Surplus konsumen adalah selisih harga tertinggi yang bersedia dibayar konsumen dengan harga yang benar-benar dibayar oleh konsumen. (Surplus Konsumen = nilai barang bagi pembeli - harga yang dibayarkan pembeli).Surplus konsumen juga dapat dikatakan sebagai kelebihan atau perbedaan antara kepuasan total atau total utility (yang dinilai dengan uang) yang dinikmati konsumen dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu dengan pengorbanan totalnya (yang dinilai dengan uang) untuk memperoleh atau mengkonsumsikan jumlah barang tersebut. Pada hakekatnya berarti juga perbedaan diantara kepuasan yang diperoleh seseorang didalam mengkonsumsi sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut.

c. Grafik Permintaan dari Tabel Rekapitulasi dan Kurva Permintaan:















































No.
Harga
Pembeli
Jumlah Permintaan
1
Lebih dari $125Tidak Ada
0
2
$100 - $125Dani
2
3
$95 - $100Dani, Maia
4
4
$75 - $95Dani, Maia, Al
6
5
$55 - $75Dani, Maia, Al, El
8
6
Kurang dari $55Dani, Maia, Al, El, Dul
10




d. Jumlah surplus konsumen:















































No.
Pembeli
Kesediaan Membayar
Surplus Konsumen Apabila Tingkat Harga yang Ditetapkan $55
Jumlah Surplus Konsumen
1
Dani$125$70$70
2
Maia$100$45$115
3
Al$95$40$155
4
El$75$20$175
5
Dul$55$0$175

Labels:

about


A little something about me, the author. Nothing lengthy, just an overview.

Also a link to my profile may show up here.

Dominant Traits Johari Window

66% of people think that Eko Wahyudiharto is clever
66% of people think that Eko Wahyudiharto is friendly
66% of people agree that Eko Wahyudiharto is idealistic

All Percentages

able (0%) accepting (0%) adaptable (0%) bold (0%) brave (0%) calm (33%) caring (0%) cheerful (0%) clever (66%) complex (0%) confident (0%) dependable (0%) dignified (0%) energetic (0%) extroverted (0%) friendly (66%) giving (0%) happy (0%) helpful (0%) idealistic (66%) independent (33%) ingenious (0%) intelligent (33%) introverted (0%) kind (33%) knowledgeable (33%) logical (33%) loving (33%) mature (0%) modest (0%) nervous (0%) observant (0%) organised (0%) patient (33%) powerful (0%) proud (0%) quiet (0%) reflective (0%) relaxed (0%) religious (0%) responsive (33%) searching (0%) self-assertive (0%) self-conscious (0%) sensible (33%) sentimental (0%) shy (33%) silly (0%) spontaneous (0%) sympathetic (0%) tense (0%) trustworthy (0%) warm (0%) wise (0%) witty (0%)

search

recent posts

recent comments

labels

archives

links

statistic

admin