Opini: Menjadikan Peusahaan yang Memimpin Pasar

Dukungan atas ketiga pelajaran pada kotak teratas, pada dasarnya akan membentuk pola hasil akhir tujuan yaitu MARKET LEADER COMPANY. Pesan Jack Welch yang pertama adalah mengajak perusahaan menjadi nomor satu. Untuk menjadikan perusahaan berkelas dengan brand name yang tinggi, dibutuhkan strategi diversifikasi usaha dengan kombinasi – kombinasi sinergis di antara bisnis yang baik.
Existing Product | New Product | |
Existing Market | Market Penetration | Product Development |
New Market | Market Development | Diversification |
Namun demikian, tetap diperhatikan kesinambungan mutu dengan terus meningkatkan kualitas produk di mata pasar. Tentu saja, teknik dari pelajaran Jack yang kedua ini harus menjalankan bagian dari strategi Core Concepts of Marketing antara lain:
1. Target Markets & Segementation
2. Needs, Wants & Demands
3. Product or Offering
4. Value & Satisfaction
5. Exchange & Transactions
6. Relationship & Networks
7. Marketing Channels
8. Supply Chain
9. Competition
10. Marketing Environment
Berikutnya, secara berurutan pesan Jack yaitu fokus pada inovasi dan kecepatan dapat mengakselerasi perkembangan perusahaan. Dalam bukunya, Jennings & Haughton mengemukakan “… it’s not the BIG that eat the SMALL, it’s the FAST that eat the SLOW …” adalah sepenuhnya benar dalam era persaingan saat ini dimana semakin banyak musuh-musuh bermunculan, sehingga kecepatan adalah kunci utama memenangkan pertarungan.
Sebesar apapun perusahaan, Jack mehimbau untuk tetap berperan sebagai perusahaan kecil. Manusia adalah kunci keberhasilan suatu organisasi. Jika sebuah perusahaan menciptakan suatu lingkungan, dimana para pegawai dapat mencapai sasaran perusahaan dan sasaran pribadi secara serentak, maka efisiensi, loyalitas, dan antusiasme kerja pastilah tinggi.
Secara singkat, bisa dikatakan, bahwa motivasi dan efektivitas pegawai ditentukan oleh cara dimana pegawai tersebut dipimpin. Dan, semua itu erat kaitannya dengan kemampuan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Pihak owner maupun manajemen perusahaan harus memiliki sensitivitas disiplin manajemen sumber daya manusia. Ada korelasi yang kuat antara efektivitas manajemen seseorang, dengan ketrampilan manajemen SDM. Manajemen SDM memberikan arah kepada manajemen organisasi untuk memenuhi sasaran organisasi maupun kebutuhan pegawai. Dan, selalu terbukti, bahwa satu metode untuk mencapai efektivitas manusia adalah DISIPLIN.
Daftar Pustaka:
Wuryanano, “The 21th Principles to Build & Develop Fighting Spirit”, PT. Elex Media Komputindo
Jason Hennings & Laurence Haughton, “… it’s not the BIG that eat the SMALL, it’s the FAST that eat the SLOW … - How to Use Speed as a Competitive Tool in Business”, Wall Street Journal, 2001
Labels: Manajemen Strategik


