Peran Pemimpin dalam Perubahan

Kondisi Eksternal dan internal sangat mempengaruhi kontinuitas organisasi. Lingkungan yang dinamis menuntut organisasi harus responsif, adaptif dan lebih fleksibel. Menurut kelompok III, pemimpin organisasi harus bisa menciptakan maksimisasi SDM dan rumusan strategi bersaing yang handal. Namun demikian, posisi pemimpin bukanlah dimiliki oleh segelintir orang berdasar jabatan, namun akan lebih baik diperuntukkan bagi keseluruhan elemen karyawan dalam perusahaan.
Ada hubungan yang terkait antara optimalisasi SDM dengan optimalisasi perusahaan melalui peningkatan kualitas SDM dan peningkatan kinerja perusahaan. Maksimisasi SDM akan membicarakan tentang tantangan manajemen, motivasi, pekerja, keterlibatan pekerja, dan nilai kerja itu sendiri, sedangkan perumusan strategi bersaing yang handal akan membicarakan perumusan kembali visi dan misi organisasi, pengungkit SDM, dan pembentukan kompetensi inti.
Menghadapi hal ini, organisasi dituntut untuk cepat tanggap (fast response) terhadap kondisi yang terjadi dan memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan (adaptable) (Wortzel dan Wortzel, 1998). Organisasi masa depan adalah organisasi yang inovatif, adaptif, dan merespon dengan cepat perubahan yang terjadi (Chatell, 19965), sehingga organisasi akan mampu bertahan dan menang dalam persaingan. Disamping itu juga perusahaan dapat memegang kendali industrinya sendiri dan dapat menciptakan pasar di masa depan, kalau bisa lebih dulu tiba di masa depan (Hamel dan Prahalad, 1995), sehingga diperlukan pemimpin yang dapat meramu visi dan misinya, sumber daya manusianya, dan strategi bersaingnya untuk dapat menciptakan organisasi yang unggul. SDM dalam organisasi merupakan aset yang paling penting, karena salah satu tantangan kompetisi adalah modal intelektual. Pemimpin disini harus bisa merumuskan kompetensi inti dari intellectual capability (Urich, 1998).
Manajemen Perubahan
Adakalanya pemimpin harus menyiasati perubahan yang senantiasa berubah.

”Di dunia ini tidak ada sesuatu yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri”

”Change is the law of life”
Maksimisasi fungsi SDM dapat dilakukan dengan model pemberdayaan sesuai dengan gambar di bawah ini.

Secara singkat, gambar dibawah ini menjelaskan strategi bersaing untuk membantu mencapai organisasi yang unggul.

Kesimpulan:
Tantangan kompetitif seperti globalisasi, kreatif dan inovatifnya pesaing, teknologi semakin canggih, dan modal intelektual membuat para pemimpin perusahaan memikirkan kembali visi dan misi perusahaannya, kemampuan SDM-nya, dan membuat strategi yang handal agar tidak tertinggal atau bahkan hilang dari pasar persaingan.Peran pemimpin dapat diilustrasikan sebagai pengungkit sumber daya seperti batu yang kecil tapi memberikan kekuatan yang besar.
Labels: Manajemen SDM


