Kriteria Profesional untuk Instansi
Profesional berarti ahli dan terampil serta mau dan mampu maju dalam hal pengusaan konsep, sistem, prosedur, peralatan dan kelengkapan serta memiliki tingkat adaptasi yang tinggi untuk belajar mandiri melalui pendidikan, pelatihan, kursus, seminar dan pengalaman.
Seseorang yang profesional dianggap memiliki knowledge, skill dan attitude (sikap mental) serta dapat memilah antara urusan pribadi dan pekerjaan. Profesionalisme juga berkaitan dengan confidency (rasa percaya diri) dan learning capacity yang tinggi.
SEKILAS SDM & PEKERJAAN DALAM INSTANSI
Secara garis besar, kebanyakan instansi memiliki empat ”porsi” header ruang pekerjaan besar antara lain: bidang operasional, keuangan, SDM dan logistik dengan tipikal SDM sebagai pengisi posisi kerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang beragam dan selalu tidak tetap dan berpindah-pindah dalam hal penempatan kerja baik melalui mekanisme mutasi, promosi maupun demosi.
Akan tetapi, tuntutan pekerjaan mewajibkan para karyawan tetap berada dalam koridor penguasaan pekerjaan yang maksimal dan bersifat generalis (bukan spesialis). Atau dengan kata lain, karyawan harus bisa dituntut untuk melakukan pekerjaan ini dan pekerjaan itu.
Namun demikian, unit kerja SDM juga harus mempertimbangkan kekuatan kecakapan masing-masing karyawan secara komprehensif untuk dapat berperan secara profesional agar mampu bekerja secara efektif dan efisien.
KRITERIA PROFESIONAL
Apabila saya menjadi pejabat SDM, kriteria profesionalitas harus ditegakkan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Ada beberapa isu yang terkait dengan hal ini, antara lain:
1. Kontrol setiap karyawan
Adanya perumusan karyawan mengenai rasio emosi yang tepat dan komprehensif sehingga dilahirkan karyawan dengan kepribadian yang seimbang dan matang.
2. Komitmen terhadap waktu
Karyawan harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap waktu karena waktu adalah patokan dari efektifitas suatu pekerjaan.
3. Berwawasan kedepan
Karyawan harus mampu mengendalikan masa depan dan tidak menyerah dengan keadaan. Sikap hidup berwawasan kedepan dapat diperoleh melalui mekanisme seleksi pemilihan karyawan yang tepat.
4. Objektivitas Pekerjaan
Pekerjaan karyawan bukan berdasar pada perasaan melainkan berdasar pada objektivitas data. Bekerja secara objektif adalah bekerja yang lebih menghargai waktu.
5. Taat peraturan
Pentingnya peraturan disiplin yang jelas dan disosialisasikan kepada seluruh karyawan. Sebagai penilaian secara komprehensif, patokan kepatuhan juga berlandaskan pada reward & punishment yang setimpal.
6. Integritas Tinggi
Karyawan diutamakan yang memiliki integritas yang tinggi. Integritas karyawan didasarkan pada tingkat kejujuran, komitmen dan tanggung jawab.
7. Cerdas
Karyawan memiliki sikap dan kemampuan menganalisa persoalan serta sistematika berfikir untuk pengambilan keputusan dan berpendapat untuk membuat konsep yang berhubungan dengan pekerjaan.
8. Etos Kerja
Fighting spirit yang dimiliki karyawan harus maksimal karena karyawan merupakan ujung tombak perusahaan dalam mendapatkan keuntungan.
9. Profesional
Pemilihan karekterisitk karyawan harus disesuaikan dengan tugas dan fungsi pekerjaan agar didapatkan posisi yang tepat bagi karyawan tersebut (the right man on the right time & place)
10. Enterpreneurship
Karyawan juga mampu dipupuk untuk memiliki tingkat enterpreneurship yang tinggi.
Labels: Manajemen SDM


